Hukum Islam

MENYANYIKAN LAGU AISYAH ISTRI RASULULLAH, HARAMKAH?

Lagu aisyah istri rasulullah tengah menjadi perhatian dan mendominasi trending di YouTube. Namun ironisnya, lagu tersebut banyak diserang dari segala aspeknya. Misalkan dari segi menyanyikannya saja masih dipersoalkan. Padahal hukum menyanyi ada dua pendapat; boleh dan tidak boleh (haram).
………….
……….
Para ulama’ yang mengharamkan menyanyi, melandaskan pendapatnya pada hadits: “Menyanyi dapat menimbulkan nifaq didalam hati, sebagaimana air menumbuhkan tanaman”. Hadits ini didukung sejumlah ayat al-Qur’an dan hadits. (Al-Qur’an, al-luqman, 06, al-Najm ayat 59, al-Isra’, ayat 64, Nailul Authar, VII 96, Fath al-Bari, X : 51)
………………
…………..
Menanggapi pendapat ini, beserta dalil-dalil yang dijadikan landasannya, Imam ibnul Arabi menulis: “Nyanyian adalah hiburan yan dapat menggetarkan hati menurut banyak ulama’ seperti Malik bin Abbas, dan tidak sesuatupun ayat al-Qur’an dan Sunnah yang mengharamkannya”.
……………
Ibnul Arabi menulis seperti ini, karena menurut beliau hadist-hadist yang dijadikan landasan mengharamkan menyanyi tidak satupun yang shahih. Sementara landasan ayat al-Qur’an tidak mengenak pada pokok persoalan. Oleh karena itu, selaras dengan tengara ini banyak ulama yang menganggap bahwa hukum menyanyi adalah boleh.
…………….
………….
Dalam kitab Al halal Wal Haram Fi Al Islam, hal. 291, Yusuf Al Qardawi menjelaskan:
“Diantara hiburan yang melapangkan jiwa, melunakkan hati, nyaman didengar, adalah nyanyian, Islam telah menghalalkan nyanyian, selama tidak menganding fahsy (kekejian), cabul, tidak mendorong ke arah negatif. Tak jadi soal, jika nyanyian tersebut diiringi musik yang tidak menimbulkan birahi”.

Sampai disini, dari penelusuran dalil-dalil yang dipakai, dapat dikatakan pendapat yang membolehkan menyanyi, lebih kuat. Tetapi tetap dengan catatan, nyanyian tersebut tidah bersifat porno dan merangsang syahwat. Sekarang, bagaimana hukum menyanyikan lagu aisyah istri rasulullah ? silahkan berfikir sendiri.

Sumber, Majalah Tanwirul Afkar Edisi 03

No Article rating
0 Reviews
Rating Tanwirul Afkar
  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *