Hati-Hati, Penceramah Abal-Abal Sedang Beraksi

Hati-Hati, Penceramah Abal-Abal Sedang Beraksi

“Demam” pencaramah akhir ini menjamur, terlebih oleh mereka yang mengklaim telah mendapat hidayat. Tiba-tiba tampil memberikan fatwa, seakan meluruskan dan menuntun umat dengan intonasi dan permainan kata yang apik sehingga secara tak sadar jamaat menjadi tersihir padahal substansi ceramahnya melenceng dari yang seharusnya.

Pada dasarnya penceramah identik dengan kata Ulama’, karena hanya seorang Ulama; yang memiliki kredibelitas dan hak untuk tampil. Siapapun lah, apakah bergelar muallaf atau bukan, akhi-ukhti atau bukan, santri atau bukan, yang jelas silahkan kalau mau berceramah untuk memberi nasihat kepada umat, tapi tolong raih gelar dulu sebagai Ulama’ biar tak jadi penceramah abal-abal. Demikian tersebut supaya ajaran Islam benar-benar berada pada relnya, karena Ulama’ lah pewaris Nabi sebaimana hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah,

أن العلماء ورثة الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما . إنما ورثوا العلم . فمن أخذه أخذ بحظ وافر

sesungguhnya ulama merupakan pewaris para Nabi, mereka tidak mewariskan dinar dan dirham (dunia), mereka hanya mewarisi ilmu. Barang siapa yang mengambilnya maka ia mengambil bagian yang sempurna“. (Sunan ibn Majah, I, 81).

Lalu pertanyaannya sipakah siapakah sebenarnya Ulama itu?

Ulama sebenarnya gelar yang diberikan oleh Tuhan. (QS. Al-Syu`ara, 197; QS. Fathir, 28). Dilihat dari akar katanya, Ulama merupakan kata jama` dari kata al-`Ilm, yang bermakna orang yang pintar nan cerdas (pakar). Karena itu semua pakar dalam disiplin ilmu pengetahuan layak menyandang gelar Ulama. Tidak hanya terbatas pada ilmu agama saja tapi juga mencakup disiplin ilmu yang lain. (al-Munjid fi al-Lughah, 527). Maka ulama` adalah orang-orang yang mempunyai ilmu pengetahuan tentang ayat-ayat Allah, baik ayat-ayat yang Qur`aniyah maupun yang Kauniyah (sunnatullah), yang mana dengan pengetahuan tersebut mereka semakin mengagumi kekuasaan dan keagungan-Nya. Pengetahuan inilah yang akan menghantarkan mereka pada sikakp khasyyatullah (takut pada Allah).

Jumhur berpendapat, ulama adalah orang yang mempunyai pengetahuan tentang Allah dan sifat-sifat yang layak Dia miliki, tentang keagungan serta perbuatan yang terpuji dalam segala sifat-sifat keindahan. (Tafsir Ruh al-Ma`ani, XII, 191). Lain lagi pendapat yang dilontarkan Sayyid Qutb, bahwa Ulama adalah orang-orang yang memikirkan dan menghayati ayat-ayat Allah, sehingga mereka dapat mencapai ma`rifatullah (kenal kepada Allah) secara hakiki. Dengan ma`rifatullah ini, mereka benar-benar takut kepada Allah dan bertaqwa kepada-Nya, cita  mulia ini tidak akan pernah tercapai kecuali oleh Ulama (para ilmuwan), yaitu mereka yang dengan pengetahuannya mampu mengenal penciptanya. (fi Dhilal al-Qur`an, VI, 126)

Dalam sebagain liteatur dijelaskan bahwa yang berhak menyandang Ulama si –pewaris Nabi adalah mereka yang dekat denga Nabi. Mereka yang lebih mengedepankan urusan akhirat dan berpaling dari masalah duniawi. Ulama tipe ini mempunyai dua bekal utama, yaitu ilmu dan amal. Dia jug amemiliki kesempurnaan diri dan kemampuan menyempurnakan ornag lain. dari sini, maka Ulama yang sesungguhnya adalah  orang yang ilmunya dapat membawa dirinya lebih dekat kepada Allah, karena ilmu yang tidak dapat membawa pemiliknya untuk taat kepada Allah, hanya akan mengantarkannya kedalam kubangan dosa. Di samping Tidak hanya itu, seorang Ulama harus mempunyai ilmu pengetahuan yang mendalam dan bisa menyambungkannya dengan ayat-ayat al-Qur`an. Inilah tipe ideal seorang ulama sang pewaris Nabi. Ulama yang layak diikuti dan ditaati.  (Faidl al-Qadir, IV, 384; VI, 52)

Oleh karenanya ulama adalah orang yang mengemban amanat Allah dan penerus  perjuangan Nabi. Syaratnya, ia memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan tidak senang terhadap  persoalan dunia, termasuk  urusan politik. Mereka senantiasa memikirkan hajat hidup orang banyak. Ketika dua syarat itu tidak dipenuhi, maka klaim ulama kepada seseorang perlu dipertanyakan ulang, jangan sembarangan mengaku ulama`. [ bie. Saha]

Penulis: Admin Tanwirul Afkar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *