Gejolak keilmuan santri di tengah pandemi

Gejolak keilmuan santri di tengah pandemi

Musim pandemi bukanlah menjadi halangan bagi para santri untuk menimba ilmu di pondok pesantren tercinta, semangat yang tak kunjung padam dan gairah keilmuan yang berkobar dan tertanam dalam lubuk hati tak menyusutkan para santri untuk mencari ilmu terutama ilmu keagamaan yang tidak bisa kita timba di perguruan sekolah  manapun. Mungkin sosial media bisa kita gunakan sebagai salah satu bentuk pembelajaran secara daring, namun hal itu tidaklah cukup untuk menghidupkan mata batin, akhlak mulia dan bimbingan spiritual yang di ajarkan langsung oleh para masyayekh dan ustaz yang diperaktikkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tidak bisa diperoleh menggunakan pembelajaran secara daring, sehingga butuh untuk melakukan pembelajaran secara non daring yang sudah tersusun sedemikian rupa di dalam pondok pesantren.

Santri merupakan cerminan dari mujtahid sejati, mereka rela meninggalkan sanak keluarga dan segelinap harta demi tujuan yang sangat mulia yaitu untuk mencari ilmu guna menumpas kebodohan. Mereka dilindungi oleh naungan sayap-syap malaikat, mendapat doa dari semua makhluk tuhan tanpa terkecuali pepehonan dan binatang-binatang, mereka semua mendoakan terhadap para penuntut ilmu. Orang yang menuntut ilmu akan diangkat derajatnya oleh sang maha kuasa dan mendapatkan kedudukan yang tinggi, berada di pondok pesantren berarti kita berada di raudhatul jannah( taman-taman surga) di sebabkan begitu mulianya penuntut ilmu di mata tuhan.

Juga tak kalah penting bagi santri yang hendak menimba ilmu di pondok pesantren harus meluruskan niat agar kita dapat menuai hasil yang maksimal dan memuaskan sehingga tidak terjerumus kedalam lembah kesesatan nabi bersabda:

قال النبى صلى الله عليه وسلم: اتقوا الدنيا، فوالذى نفس محمد بيده إنها لأسحر من هاروت وماروت

Artinya:”Banyak amal perbuatan yang berbentuk amal dunia, lalu menjadi amal akhirat yang karena buruk niatnya maka menjadi amal dunia.”

Di dalam kitab ta’lim di jelaskan bahwa niat merupakan hal yang sangat urgent bagi penuntut ilmu, yaitu dengan cara berniat mencari ridha Allah swt, memperoleh kebahagian akhirat, memerangi kebodohan diri sendiri dan segenap kaum yang bodoh, mengembangkan agama dan melanggengkan Islam sebab kelanggengan Islam itu harus diwujudkan dengan ilmu, sehingga santri sebagai penerus estafet keilmuan dari para ulama bisa terencanakan dengan baik dan benar.“Semakin dalam iman dan ilmu yang kalian miliki, Maka kalian akan  merasakan yang namanya indahnya kedamaian, sekian”.

Penulis: Nur Hefni, S.Ag (Santri Aktiv Ma’had Aly Salafiya Syafiiyah Marhalah Tsaniyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *