Puasa, Deretan Tragedi Monumental Di Bulan Dzulhijjah

Puasa, Deretan Tragedi Monumental Di Bulan Dzulhijjah

Dalam kalender hijriah, Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang berada di urutan keduabelas.  Yakni bulan terakhir dari penanggalan islam. Diberi nama Dzulhijjah karena di bulan itulah ritual ibadah haji dilaksanakan. Jika ditelaah lebih lanjut, bulan ini cukup mendapatkan perhatian khusus dari Allah SWT. sebab amal ibadah yang dilakukan di bulan dzulhijjah pahalanya lebih dilipat gandakan daripada amal ibadah yang dilakukan di bulan-bulan lain. Bulan ini juga banyak dianugrahi dengan adanya peristiwa penting dan monumental yang terjadi di setiap harinya.

Sebagai umat islam sudah sepatutnya untuk menyambut bulan ini dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan maksiat, dan melakukan serta memperbanyak amal-amal shalih. Terlepas dari perbedaan para ulama, Salah satu amal yang dianjurkan  adalah melakukan puasa sejak tanggal 1 sampai tanggal 9 dzulhijjah.  Hal ini didasari oleh hadis riwayat Ibnu Abbas RA. Yaitu;

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).

Lafadz “al-shalih” dalam hadis tersebut tergolong lafadz amm’. Sebab secara teori jika ada lafad mufrad yang dimasuki al-Ta’rif yang bukan lilahdi maka lafad tersebut tergolong lafad amm’. Oleh karenanya lafad “al-Shalih” mencakup kepada seluruh amal apa saja  yang dianggap baik. Tak terkecuali ibadah puasa itu sendiri. Dalam hadis riwayat ibn abbas  terdapat beberapa keutamaan berpuasa dan peristiwa meonumental yang terjadi di sembilan hari pertama bulan dzulhijjah, adalah sebagai berikut:

Di hari pertama Bulan Dzulhijjah allah mengampuni dosa-dosa nabi adam AS. yang melakukan sebuah kesalahan dengan memakan buah yang dilarang oleh allah SWT. Ketika nabi adam AS tinggal di surga. Hingga akhirnya diturunkan ke bumi bersama istrinya hawa. Dan barang siapa yang berpuasa dihari ini maka diampuni segala dosa-dosanya oleh allah SWT.

Di hari kedua Bulan Dzulhijjah allah mengeluarkan nabi Yunus AS dari perut ikan dan mengabulkan doa-doa yang beliau lantukan di dalam perut ikan. Maka barang siapa yang berpuasa pada hari itu, adalah sama seperti seorang yang beribadah kepada allah SWT selama satu tahun tanpa melakukan maksiat sedikitpun.

Di hari ketiga Dzulhijjah allah mengabulkan doa nabi Zakariya AS. dengan dianugrahi seorang anak dari istri beliau yang mandul. Disisi lain umur beliau sudah menginjak 120 tahun. Dan barangsiapa yang berpuasa pada hari ini maka allah akan mengambulakan segala doanya.

Di hari keempat Dzulhijjah adalah hari kelahiran nabi isa AS. putra maryam. Barang siapa yang berpuasa dihari ini maka allah akan menghilangkan segala kesusahan dan kefakiran serta pada hari kiamat dikumpulkan bersama orang-orang mulia.

Di hari kelima Bulan Dzulhijjah adalah hari kelahiran nabi musa AS. maka barang siapa yang berpuasa pada hari ini akan terbebas dari sifat munafik atau siksa kubur.

Di hari keenam Bulan Dzulhijjah allah membuka pintu-pint kebaikan kepada nabi muhammad SAW. Maka barang siapa yang berpuasa pada hari ini niscaya allah SWT akan memandang dengan pandangan penuh kasih sayang. Serta selamat dari siksa selama-lamanya.

Di hari ketujuh Bulan Bzulhijjah allah menutup pintu neraka jahannam. Dan akan dibuka kembali ketika tanggal 10 dzulhijjah. Oleh karenya barang siapa yang berpuasa pada hari ini maka allah akan menutup 30 pintu kesusahan dan akan membuka 30 pintu kemudahan.

Di hari kedelapan Bulan Dzulhijjah adalah hari tarwiyah. Pada hari ini terdapat perintah allah kepada Nabi ibrahim AS. untuk membangun kakbah yang pada akhirnya menjadi kiblat  umat islam yang ada di seluruh penjuru dunia. Barang siapa yang berpuasa pada hari ini maka allah SWT akan memberikan pahala dengan kualitas yang hanya diketahui oleh allah SWT.

Di hari kesembilan Bulan Dzulhijjah adalah hari arafah. Dihari itu merupakan wahyu terakhir yang diturunkan oleh allah SWT kepada nabi muhammad SAW. Yaitu surat al-maidah ayat 3. Dan barang siapa yang berpuasa pada hari ini maka puasanya sebagai penebus satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.

Melihat deretan peristiwa monumental dan keutamaan puasa  yang telah dipaparkan di atas seyogyanya sejenak kita renungkan mengapa kejadian-kejadian dan pahala yang melimpah ruah yang tuhan berikan terjadi dibulan tersebut. Oleh karenanya, mari kita gunakan waktu penting ini dengan sebaik-baiknya. Jadikan momen ini menjadi sesuatu yang terbaik dalam hidup kita. Sebab secara usia umat-umat di abad kontemporer tidak memilki kontrak yang lama untuk hidup di dunia dibanding umat-umat sebelumnya.  Maka dengan  memperbaiki kualitas amal dan pahala inilah yang merupakan cara satu-satunya menjadikan hidup kita di dunia benar-benar bermanfaat.

 

 

*banyak disadur dari kitab dzurratun nasihin

  karya syekh ustman al-khoubawy.

 

Oleh : Firman BWS

 

               

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *