Mudik Bertahap, Santri Patuh Pesantren Tangguh

Mudik Bertahap, Santri Patuh Pesantren Tangguh

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo yang di asuh oleh KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy baru-baru ini telah mengembalikan Belasan ribu santrinya, mereka kembali ke pesantren secara bertahap, gelombang pertama dilakukan pada tanggal 7 juni 2020, santri yang kembali pada tanggal ini adalah santri yang berstatus sebagai pengurus dan ketua kamar. Gelombang kedua berangkat pada tanggal 15 juni 2020, santri yang kembali pada tanggal ini adalah santri yang berpendidikan Ma’had Aly, Tahfid, Madrasah Aliyah, Madrasah I’dadiyah dan FIK. Gelombang ke tiga merupakan kembalinya santri secara umum  pada tanggal 15-25 Juli 2020 . ketentuan ini berdasarkan pada surat edaran yang ditandangani Sekretaris Pesantren Sukorejo, yakni lora Ach Fadhail.

Dalam surat edaran tersebut, dijelaskan bahwa sebelum santri kembali ke pondok pesantren Sukorejo harus melakukan isolasi secara mandiri dirumah masing-masing selama 14 hari, juga disertai dengan surat pernyataan sumpah telah melakukan isolasi secara mandiri yang ditandatangani oleh santri dan walinya. Selain itu, sebelum santri kembali ke pesantren harus melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas Kecamatan atau rumah sakit setempat dan juga melaksanakan tes Rapid. Santri juga diberi kewajiban untuk membawa handsanitizer dan minimal tiga masker. Mengenai santri yang sedang sakit maka tidak diperkenankan untuk kembali ke pondok pesantren sehingga ia dinyatakan sehat.Bagi santri yang tidak melakukan isolasi secara mandiri atau santri yang kurang sehat dan santri yang memiliki tetangga yang terkena covid 19 meskipun telah mencantumkan surat keterangan sehat mereka harus di isolasi oleh pihak pesanteren sesuai dengan anjuran petugas kesehatan ada yang diisolasi selama 7 hari ada juga yang 14.

Dalam surat keputusan pesantren juga di terangkan bahwa santri harus mengatur pola hidup sehat selama berada di dalam pesantren dengan menjalankan protokol kesehatan. Diantaranya, santri harus selalu memakai masker, menjaga jarak aman, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, menjaga kebersihan lingkungan dan lain sebagainya. Selain itu, santri juga dianjurkan mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh, dianjurkan melakukan olahraga ringan dan teratur pada setiap harinya. Jika semisal ada santri yang mengalami sesak nafas, demam tinggi, dan lemas maka santri tersebut harus segera melakukan pemeriksaan di Klinik milik pesantren yaitu klinik Idaman As’adiyah atau bisa melapor kepada petugas dan pengurus.

Dalam maklumat juga dijelaskan Selama masa pandmei Covid-19 orang tua atau wali santri tidak diperkenankan menjenguk atau mengunjungi putra dan putrinya di pesantren secara langsung. Pihak pondok menyarankan untuk mengirim via trasfer rekening yang telah disediakan oleh pondok, namun bila terpaksa harus datang ke pondok pesantren maka di cukupkan di pintu gerbang. Untuk sementara ijin pulang atau bepergian bermalam di tutup. Bagi santri yang terdapat udzur syar’i hanya bisa diberikan secara langsung oleh pengasuh pesantren, ijin akan dibuka kembali pada 7 November mendatang.

Penulis: Nur Hefni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *