Untuk Warganet Dan Kiai Azaim, Klarifikasi Serta Permohonan Maaf

Untuk Warganet Dan Kiai Azaim, Klarifikasi Serta Permohonan Maaf

Klarifikasi dan Permohonan Maaf

Beberapa hari yang lalu, 1 Agustustus 2020, kami (redaksi Tanwirul Afkar.id) memosting sebuah konten visual berupa meme atau qoutes yang dikutip dari dawuh pengasuh PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy ketika mendaras kitab tafsir Jalalain. Adapun kutipan yang kami sebar lewat media sosial berbunyi demikian ‘Saya kagum dengan orang yang mengatakan; biarlah fisikmu milik orang lain, tapi aku tetap mencintaimu’.

Oleh demikian, sebab pemotongan yang kurang sempurna dan tidak lengkap, maka kutipan dawuh pengasuh kehilangan konteksnya. Sehingga banyak netizen yang terjebak dan menjadikan kutipan tersebut sebagai dalih untuk melakukan hal-hal negatif; semisal memncintai istri orang lain.

Padahal, maksud beliau ialah hendak memberikan nasihat kepada orang yang diuji cintanya oleh Allah supaya tidak terjebak kedalam hal-hal yang picik dan dilarang agama; umpama merebut istri orang lain dan memelet perempuan yang disayang. Dengan begitu, beliau mendorong supaya kita mencintai seseorang murni karena Allah semata sehingga tidak ngotot mengejar perempuan yang diperjodoh orang lain.

Adapun dawuh KHR. Azaim Ibrahimy secara lengkap sebagai berikut:

“Nasihat saya bagi orang yang sedang djiuji cinta kemudian tidak mencapai tujuannya untuk mencintai orang yang dicintainya secara fisik. Anda boleh jadi terjebak, ‘engkok kodhu abini roa’ pas ekabini reng laen; pegghel, ewedhuwei selakek (‘saya harus dengan dia’, tapi (nyatanya) dia dinikahi orang lain; (perasaan bergejolak) marah lalu dipelet). lah, ini dosa kan. Apakah cinta sejati membuat anda berdosa dengan cari dukun dan sebagainya? coba, cinta sejati katanya, ‘aku mencintaimu dengan ketulusan’.

Tapi Saya kagum dengan orang yang mengatakan ‘biarlah fisikmu milik orang lain, tapi aku tetap mencintaimu’. Ngennes, mate koros (ngenas dan mati kurus) lalu dicatat matinya mati syahid. Kenapa? Karena dia tidak mau ternoda, menyakiti dan dhalim lalu merebut istri orang. Ini (orang yang) top. Sementara yang merebut dan mengganggu; dia punya pasangan dan satunya juga punya pasangan, katanya cinta sejati dan abadi? Iye jerea pas masok naraka, ngalkal enaraka (ia dia bakal masuk neraka). Apakah itu cinta yang abadi? Tidak. Cinta yang abadi itu bingkainya adalah ridha Allah yang maha abadi.”

Karena meme atau qoutes yang dibuat kru Majalah Tanwirul Afkar telah menimbulkan fitnah dan terdapat pihak yang dirugikan , kami mohon maaf yang tiada batas kepada seluruh warga media sosial atas ketidaknyamanan konten visual kami. Lebih-lebih, kepada pengasuh pondok pesantren Salafiiyah Syafiiyah.

Kedepannya, kami akan lebih hati-hati dan memperbaiki gate-keeping konten visual, baik yang di-upload di instagram, facebook, dan website. Sekali lagi; redaksi tanwirul afkar.id minta maaf yang tiada batas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *