Gusdur Masa Lalu Dan Gusdur Masa Sekarang

Gusdur Masa Lalu Dan Gusdur Masa Sekarang

Gus Dur dan Hutang Peradaban

Antusiasme publik mendengarkan ceramah Gus Dur yang tayang di channel youtube saya lumayan baik. Sebagian besar respons yang sampai ke saya sangat positif.

Banyak orang terutama generasi milenial berterima kasih atas penayangan itu. Mendengarkan ceramah Gus Dur seperti menemukan sosok kiai yang selama ini diidamkan mereka; kiai yang mengerti bukan hanya kitab kuning tapi juga putih.

Ada yang bertanya, “apa mungkin NU melahirkan kembali profil kiai seperti Gus Dur?”. Dengan sekenanya saya menjawab, “Masih mungkin tapi sulit. Kenapa sulit, karena Gus Dur memiliki perlengkapan ilmu luar dalam, ilmu profan dan sakral. Ia mengerti fikih juga sosiologi”.

Saya memang tak pernah mengkhawatirkan NU akan ditimpa kelangkaan ulama yang menguasai tafsir, hadits, fikih, dan ushul fikih. Sebab, jumlah orang NU yang hafal Qur’an sekaligus menguasai ilmu-ilmu keislaman sangat banyak.

Pesantren-pesantren besar seperti Pesantren Lirboyo, Ploso, Asembagus, Krapyak, Kajen, Cipasung… setiap tahun terus memproduksi ribuan orang alim di rumpun ilmu-ilmu keislaman tradisional itu.

Tapi mencetak orang alim yang pandai berselancar di berbagai bidang seperti Gus Dur memang menjadi pekerjaan besar pesantren di masa sekarang dan yang akan datang. Itulah “hutang” peradaban yang insyaAllah akan terbayar di masa depan.

Selasa, 11 Agustus 2020
Salam,

Abdul Moqsith Ghazali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *