Harlah Tanwirul Afkar, Inovasi Beken 2020

Harlah Tanwirul Afkar, Inovasi Beken 2020

Pesatnya laju perkembangan zaman membuat corak problematika kehidupan bermasyarakat sangat beragam dan unik. Mulai dari masalah sosial, politik, ekonomi, budaya, dan segudang persoalan lainnya terus bermunculan. Tak pelak, konsep agama Islam terutama fiqh  dituntut untuk  bisa mengikuti irama perubahan belantika kehidupan agar mampu memberikan jawaban yang bijak terhadap problem tersebut. Sebagai santri Ma’had Aly  yang dipersiapkan sebagai kader ahli fiqh dituntut untuk bisa memberikan konstribusi di dalam menjawab segala bentuk permasalahan keagamaan masyarakat yang tengah berkembang saat ini.

Untuk mengentas berbagai macam persoalan-persoalan keagamaan tersebut, akhirnya pada awal Agustus 1997 merupakan saat bersejarah bagi Ma’had Aly. Untuk menggapai misinya, lembaga kajian fiqh dan ushul fiqh ini berhasil melahirkan lembaran fiqhiyah mingguan yang terbit tiap hari jum’at. Dengan media majalah inilah, Ma’had Aly memberikan konstribusi yang sangat besar dalam menjawab masalah fiqhiyah kontemporer secara syamil (komprehensif) dan bertanggung jawab. Sehingga fiqh tidak tercerabut dari realitas sosialnya, tapi justru mampu berdialog ramah dengan kebutuhan masyarakat di setiap lini kehidupannya.

Kelahiran Tanwirul Afkar yang kemudian disingkat TA ini diilhami oleh kegelisahan di satu sisi dan idealisme besar di sisi yang lain. Gelisah karena jawaban-jawaban fiqhiyyah yang diberikan, misalnya oleh forum Bahtsul Masa’il NU amat lugas, tidak sungguh-sungguh dalam memahami kasus yang hendak dihukumi, miskin ilustrasi, tidak banyak perspektif, dan terpaksa menyerah  kalau jawaban qauli (pernyataan-pernyataan ulama) di kitab-kitab kuning tidak ditemukan (mauquf). Memendam idealisme, karena Ma’had Aly sebagai sebuah lembaga yang lahir dari kiai-kiai pesantren dan dalam pelukan budaya salaf, ingin membuktikan, bahwa warisan ulama salaf, masih bisa dipakai untuk menjawab soal-soal masa kini.

Sampai sekarang, majalah Tanwirul Afkar tetap eksis dalam hiruk-pikuk perputaran hukum keagamaan. Meski dalam perjalanannya harus mempertaruhkan hidup mati demi sebuah prinsip. Karena yang menjadi semangat metodologis TA adalah membela pihak tersisih dan rakyat lemah. TA berpihak pada kemaslahatan, bukan pada kepentingan yang bertopeng kemapanan. Meski begitu, TA tidak akan menyerah. Api perjuangan untuk menegakkan hukum Allah Swt di muka bumi akan terus membara.

Dari beberapa lembaran edisi yang diterbitkan ada yang telah menjadi sebuah buku. Buku pertama “Fiqh Rakyat”, diterbitkan oleh LKiS, kedua “Fiqh Realitas”, oleh Pustaka Pelajar, buku ketiga “Fiqh to Day”, oleh Erlangga dan buku keempat “Fikih Progresif”. Keempat buku tersebut sangat laku keras di beberapa pertokoan, hingga mencapai ribuan cetakan. Tidak hanya itu, dari lembaran-lembaran tersebut, ratusan karya ilmiah terinspirasi darinya. Skripsi, risalah, tesis, dan disertasi bertaraf lokal dan nasional  bermuculan berkat gagasan-gagasan cemerlang majalah bungil ini.

Inovasi Beken Majalah Tanwirul Afkar era 2020

Dalam kilas sejarah, majalah Tanwirul Afkar telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Tak ayal, bila majalah yang diperas dari pemikiran Mahasantri Ma’had Aly Situbondo ini menjadi satu-satunya majalah yang eksis dipondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo sejak 23 tahun yang lalu.

Di usianya yang ke-23, majalah Tanwirul Afkar telah melakukan inovasi yang konstruktif dan langkah-langkah konkrit guna menunjang perkembangan majalah menjadi media literatur keislaman terpercaya. Diantara sekian inovasi yang telah digarap ialah ekspansi pasar. Telah tercatat bahwa laju pemasaran dari masa ke masa mengalami perkembangan yang signifikan. Mulanya karya mahasantri ini, dipasarkan ditingkat lokal pesantren Sukorejo lalu berekspansi ke wilayah regional hingga nasional. Dan kini berkat ikhtiar yang gigih, majalah Tanwirul Afkar tak hanya dinikmati oleh masyarakat Indonesia, namun juga dibaca oleh penikmat literasi dari beberapa manca negara, semisal malaysia, turki dan lainnya. Oleh karena semakin meluasnya pemasaran majalah TA, maka secara kuantitas, jumlah cetakan majalah tanwirul Afkar setiap bulannya membengkak sehingga berkisar 4000 eksemplar lebih.

Lain dari pada itu, pesatnya laju teknologi dan informasi telah mempermudah siapapun dalam menimba ilmu dan mencari jawaban atas segudang persoalan keagamaan. Sebab itu, kru majalah Tanwirul Afkar mencari akal supaya ide mahasantri dan masyayikh Ma’had Aly Situbondo tak hanya dinikmati lewat media cetak. Alhasil, sejak bulan Februari 2020, Tanwirul Afkar telah berkreasi lewat media sosial dengan konten kreatif tanpa mengurangi standar kualitas dan mutu tulisan. Dengan begitu, halayak ramai dan masyarakat luas dapat menikmati kajian-kajian keislaman serta mencari jawaban atas problem keagamaan yang terpercaya dengan cepat dan mudah lewat facebook, fanspage, instagram, youtube dan wibsite Tanwirul Afkar. Eksisnya Tanwirul Afkar di dunia virtual mendapat apresiasi dari publik, bahkan wibsite TA yang baru berumur kurang dari satu bulan sudah mengantongi 2000 viewers.

Selain itu, tak hanya kemajuan dibidang pemasaran dan kreatifitas konten yang telah digagas oleh kru majalah Tanwirul Afkar, akan tetapi konsistensi penerbitan majalah dan pemostingan konten visual di media sosial selalu dirawat dan dijaga. Berkat kerjasama tim ini, konsistensi tersebut telah menepis beragam asumsi bahwa media literasi yang digawangi oleh santri bakal inkonsistensi dan mengalami pasang surut.

Akhiran, progres majalah Tanwirul Afkar dari masa ke masa tak terlepas dari spririt prima mahasantri dalam dunia literasi dan dukungan serta partisipasi dosen Ma’had Aly. Dan semoga, dengan menginjaknya TA diusia yang ke-23 terus mengilhami dan menginspirasi untuk perkembangan TA menjadi media keislaman ternama ditanah Nusantara. Amien. [ibn]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *