Bahaya “Online Seksual Kian Merebak”

Bahaya “Online Seksual Kian Merebak”

Wajarkah bila ada seseorang melampiaskan hasrat seksual bukan pada genital wanita? Wajarkah bila kain jarik, kaki, Bra, celana, dan lainnya menjadi media pemuas libidonya?

Itulah pertanyaan untuk fenomena mutakhir yang meramaikan jagat maya. Tak hanya viral di sosial media, namun juga merebah di dunia nyata. Pelampiasan nafsu bukan pada genital wanita, justru pada hal yang tak sewajarnya. Fetish namanya. Sungguh diluar logika, jika hasrat seksual dilampiaskan salah area. Meski tak melanggar hukum negara, tetapi fenomena ini bikin resah warga. Pasalnya, banyak orang yang diperdaya, bahkan dipaksa agar bersedia melayani nafsu birahinya.

Di lain sisi, tak dapat dipungkiri, bahwa fetish adalah masalah serius yang menjangkit negeri ini. Seks abnormal ini sudah menjamur dikalangan muda mudi. Penyaluran birahi yang tak lagi mengikuti tuntunan kitab suci nyaris bukan perkara tabu lagi. Lagi, masalah ini jelas dilatari oleh kelainan psikologi. Sebab ini, semua pihak perlu untuk peduli dan mencarikan solusi. Mesti, pemerintah harus turun tangan untuk menangani ihwal ini. Jika tidak, boleh jadi, ada pergeseran asumsi; seks boleh dilampiaskan pada apa saja sesuka hati.

Memang kita menghadapi problem yang tak gampang diselesaikan. Sebab, psikologi yang berkelainan memberi pengaruh yang rentan untuk melakukan pelanggaran. Implikasinya pun cukup mengkhawatirkan. Sekarang mungkin hanya kasus perseorangan, tapi tak menutup kemungkinan besok-besok seks abnormal ini akan ditradisikan. Camkan, wahai orang yang beriman! Nabi telah memerintahkan agar kita selalu menjaga kemaluan, sebagaimana yang diamanatkan oleh al-Qur’an.

Sebelum diakhiri, hatur kami, selamat menikmati kajian fetish ini. [ibn]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *