Syekh Ali Jaber Diserang, Ulama Telah Dinodai

Syekh Ali Jaber Diserang, Ulama Telah Dinodai

Beberapa Tahun terakhir, isu yang paling sering muncul dipermukaan adalah tentang Ulama, bahkan disinyalir yang paling awet dan pling mantap, terlebih dalam hal memecah belah umat dan meluncurkan maksud politiknya adalah  tentang Ulama. Padahal Ulama bukanlah manusia sembarangan. Mereka merupakan manusia-manusia pilihan yang memiliki tugas yang sangat berat, yaitu menegakkan substansi kalimat lailahaillallah dan menjaga kemaslahatan umat manusia.

Menurut Sahl al-Tusturi, melihat dari posisi dan  tugasnya, Ulama terbagi menjadi tiga. Pertama Ulama yang hanya tahu tentang perintah dan larangan Allah Swt, namun mereka tidak tahu akan nikmat dan sanksi (cobaan) yang ditimpakan Allah Swt kepadanya. Ulama macam ini hanya tahu perihal halal-haram. Artinya tak lebih seperti dewan fatwa kaum muslimin. Sekalipun demikian, keberadaan mereka tetap diperhitungkan, karena tegaknya syariat yang sesuai jalur sunnah nabi ada digenggaman mereka yang pada akhirnya akan menelurkan kemaslahatan. Namun sisi buruknya, mereka tidak bisa mengajak umat untuk  takut kepada Allah Swt.

Kedua, Ulama yang hanya tahu kepada tuhan, namun tidak tahu akan larangan, perintah, nikmat dan siksa tuhan. Golongan ini merupakan Ulama yang banyak berseliweran diplatfrom medsos. Makanya, sanagat berbahaya sekali jika Ulama golongan ini memberikan fatwa, karena memang bukan bidangnya. Pengetahuan mereka akan ilmu syariat, terutama fikih, masih dangkal. Adapun kelebihannya, hanya sebatas kemantapan hati terhadap keesaan Allah.

Ketiga, Ulama yang paham akan larangan, perintah serta meresapi keesaan-Nya, dan mengerti akan nikmat  serta sanksi yang Allah anugerahkan kepadanya. [Ihya’ Ulumiddin : 1/91] Ulama seperti ini yang jarang dan sangat diharapkan kehadirannya. Mereka paham ilmu syariat, hakikat dan makrifat sehingga mampu membawa umat untuk takut kepada Allah serta kehadirannya akan melahirkan suasana kenyamanan dan ketentraman kehidupan dunia.

Dari tiga macam Ulama di atas, tak dapat dipungkiri, kita sangat membutuhkan mereka, karena pada dasarnya mereka adalah orang-orang pilihan yang tuhan hadirkan guna menjadi pembimbing sesuai kapasitas derajatnya masing-masing. Selaku orang awam, kita harus menghormati mereka atau kalau memang tidak ingin, maka jangan menyakiti dan mengganggu sebagaimana kasus yang terjadi pada Tanggal 13 September tentang penyerangan seorang pemuda kepada salah satu Ulama yang berkewarganegaraan Indonesia, Syekh Ali Jaber. Akibat kejadian tersebut, Syekh Ali Jaber menderita luka dibagian bahu dan harus menerima enam jahitan bagian dalam dan empat jahitan bagian luar. [Kompas.com]

Ironis sekali, Ulama yang seharusnya diperlakukan dengan baik, justru mengalami penganiayaan. Tak tahu apa motif si pelaku melakukan hal tersebut, apakah gerangan dia sudah gila sebagaimana rumor yang berkembang atau dia dimanfaatkan oknum tertentu. Entahlah, terserah. Namun yang jelas Ulama manusia yang sengaja tuhan hadirkan untuk menjadi pembimbing, pengayom serta pendidik umat menuju substansi kalimat lailahaillallah dan kemaslahatan kehidupan secara totalitas.

Olehkarenanya, jika ada orang yang mengaku Ulama, Ustaz atau Kiai, tapi polahnya hanya mengadu domba, menebar kebencian, mengafirkan dan menyirikkan, maka dipastikan dia bukanlah Ulama. Sebab Ulama itu adalah pewaris Nabi. Mana mungkin pewaris Nabi kerjaannya mengeluarkan (mengafirkan) orang Islam. Hal tersebut berbanding terbalik dengan Kanjeng Nabi Muhammad Saw.

Penulis: Admin Tanwirul Afkar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *