Perjuangan Tak Selesai Mbah Moen Untuk Indonesia Lebih Baik

Perjuangan Tak Selesai Mbah Moen Untuk Indonesia Lebih Baik

Adalah Mbah Maimoen Zoebair salah satu Ulama Nusantara yang mendedikasikan kehidupannya untuk Agama bangsa dan Negara. Konstribusi Dalam ranah agama bisa dilihat pada tahun 1965 beliau mendirikan pondok pesantren al-Anwar di Kampungmangu, Sarang Rembang yang nantinya menjadi destinasi para santri yang ingin mendalami serta mengkaji kitab kuning dan sebagai tempat beliau berkhidmah mengabdikan diri terhadap ilmu-ilmu agama. Tak butuh waktu lama, dari sekian pondok pesantren yang ada di Sarang, Pondok Pesantren al-Anwar termsuk yang berkembang pesat dan banyak melahirkan generasi santri unggul. Seiring dengan jumlah santri yang semakin banyak, beliau mendirikan Pondok Pesantren al-Anwar 2 yang terletak di desa Gondan, Sarang Rembang pada tahun 2008 dibawah asuhan salah satu putranya yang bernama Kyai Haji Ubab Maimun.

Adapun pengabdian kepada bangsa dan negara, bisa dilihat Mbah Moen juga terkenal dengan sosok aktifis politik dan organisasi. Beliau mulai terjun ke dunia politik sejak terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Rembang tahun 1971 hingga 1978 dan menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat delegasi Jawa Tengah hingga tahun 1999.

Tak berhenti disitu, sepak terjang dalam politik dan organisasi berlanjut saat menjabat sebagai Ketua Syuriah Nahdlatul Ulama Provinsi Jawa Tengah periode 1985-1990 dan juga pernah menjabat Ketua Jam’iyyah Thariqah Nahdlatul Ulama. Selain itu beliau juga aktif sebagai Ketua MPP Partai Persatuan Pembangunan periode 1995-1999, menjadi Ketua Syariah Partai Persatuan Pembangunan sejak tahun 2004 dan menjabat Ketua Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2015-2020.

Dalam kehidupan Mbah Moen, beliau menikahi tiga wanita pilihan dan dikaruniai 8 putra dan 2 putri yang kemudian menjadi sosok kebanggaan sebagai penerus perjuangan beliau. Wanita pertama yang beliau nikahi bernama Nyai Fatimah putri Kyai Haji Baidlowi asal Lasem dan dianugerahi tujuh anak. Namun empat diantaranya meninggal saat masih belia dan tiga anak lainnya bernama Kyai Haji Abdullah Ubab, Kyai Haji Muhammad Najih, dan Neng Shobihah Maimun. Istri pertama Mbah Moen ini wafat pada tahun 18 Oktober 2011.

Wanita kedua yang beliau nikahi bernama Nyai Masthi’ah putri ulama dari Cepu yang bernama Kyai Haji Idris. Dari pernikahan ini, beliau dikaruniai 7 anak yaitu Kyai Haji Majid Kamil Maimun, Kyai Haji Abdul Ghofur Maimun, Kyai Haji Abdur Rouf Maimun, Kyai Haji Abdul Wafi Maimun, Neng Rodiyah Maimun, Kyai Haji Taj Yasin Maimun dan Kyai Haji Muhammad Idror Maimun. Dan wanita terakhir yang beliau nikahi setelah istri pertama dan kedua wafat adalah putri salehah dari ulama dari kota Kudus. Tapi sayangnya beliau tidak dikaruniai seorang anak pun dari pernikahan ketiga ini.

Sebagai salah satu ulama besar nusantara, di balik sosok Mbah moen yang begitu alim terdapat beberapa kitab sebagai sumbangsi buah karya beliau dalam bidang keilmuan. Di antaranya adalah kitab berjudul al-Ihtijaj as-Syafi’iyyah ‘Ala ar-Rawafidh al-Imamiyyah dan al-Ulama al-Mujaddidun.

Setelah selama ini beliau berkhidmah sebagai penerus pembawa risalah terutama dalam bidang keilmuan dan dakwah Islam, menjadi suri tauladan bagi ulama-ulama lain di bumi Nusantara laksana mentari bersinar terang melebihi kilauan cahaya lainnya, akhirnya beliau ditakdirkan meninggalkan kehidupan dunia fana ini berpindah ke dimensi kehidupan selanjutnya tepatnya pada 6 Agustus 2019 atau 5 Dzulhijjah 1440 di Tanah Haram Mekkah pukul 04.17 waktu setempat. Beliau wafat pada saat melangsungkan ibadah haji dan dimakamkan di pemakaman Ma’la.

Akhiran, Mbah Moen merupakan sosok panutan bangsa dan agama yang mengajarkan betapa mulianya seorang insan yang hidup berilmu dengan usaha dan jerih payah dalam mencarinya, akan merasakan nikmatnya hasil yang akan dituai pada saatnya. Tiada lain yang diharapkan kecuali curahan ilmu yang berkah dan bermanfaat bagi umat Islam khususnya kalangan santri Nusantara.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *