Saat Dua Waliyullah Bertemu, Kiai As’ad Dan Imam al-Ghazali

Saat Dua Waliyullah Bertemu, Kiai As’ad Dan Imam al-Ghazali

Tidak disebutkan dan diketahui dengan jelas. pada hari, bulan, dan tahun berapa ?. antara tahun 1327 sampai 1406 H KHR. As’ad Syamsul Arifin datang menemui  Sayyid Amin Kutbi Makkah al-Mukarromah. Kiai As’ad menyampaikan keinginan hati untuk istifadah (mengambil faidah) dari kitab Ihya’ Ulumiddin kepada Sayyid Ami. mendengar penuturan yang disampaikan Kiai As’ad tersebut, Sayyid Amin berkata, “Hujjatul Islam al-Ghazali sudah menunggu di Kamar, silahkan langsung istifadah kepada pengarangnya langsung. Mendengar hal tersebut,  kiai As’ad langsung masuk kamar. Selama kurang lebih 15 menit Kiai As’ad istifadah kitab Ihya’ kepada muallifnya (pengarang) secara langsung.

Kejadian ini pernah Kiai As’ad sampaikan secara langsung kepada almarhum KH. Zahrowi Musa pada saat  Kiai As’ad sedang berkunjung ke rumahnya Kiai Zahrowi, tepatnya Jln Cempaka Kota Situbondo. Kronologinya, ketika Kiai As’ad  melihat gambar imajinatif imam al-Ghazaly dengan potongan rambut gondrong dan sebagian botak sebagaimana gambar pada umumnya. Kiai As’ad langsung berkata, “ini bukan foto al-Ghazali. setahu saya tidak demikian”. Kemudian beliau cerita kisah pertemuannya dengan al Gazaly.

kisah yang berbeda,tepatnya pada tahun 1986, Kiai As’ad Syamsul Arifin bersma KH. Zahrowi Musa berkunjung ke rumah almarhum KH. Mukhtar Syafa’at Banyuwangi, Pengasuh Ponpes Darussalam Blokagung. Pada waktu itu Pada waktu itu sekitar Jamdelapan pagi. Ketika Kiai As’ad  Sampai di depan kediaman Kiai Mukhtar Syafaat, beliau turun dan Langsung memasuki  masjid untuk salat dua rakaat hal semacam ini jarang sekali dilakukan oleh Kiai As’ad. Setelah selesai melaksanakan salat, kiai As’ad menceritakan asbab salat dua rakaatnya. Beliau mengatakan, sedang Tabarrukan ­mengambil barakat) kepada Imam al-Ghazali, karena pada waktu itu Imam Ghazali baru duduk dan salat di tempat ini dan bekasnya masih hangat. diketahui Imam al-Ghazali hadir ketika Kiai Mukhtar Syafa’at molang (ngajar) kitab Ihya’ Ulumiddin tadi. Masa itu, Kiai Syafa’at rutin membaca kitab Ihya’ setiap pagi yang diikuti para santri Blok Agung.

Fenomena semacam seperti itu sudah lumrah terjadi bagi mereka yang telah diangkat derajatnya menjadi kekasih Allah atau dengan istilah berbeda waliyullah.

Penulis: Admin Tanwirul Afkar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *