Ilmu Dan Kasih Sayang Allah Meliputi Segala Sesuatu

Ilmu Dan Kasih Sayang Allah Meliputi Segala Sesuatu

Saya sangat bahagia, hari Ahad 3 Oktober kemaren berkesempatan mendapatkan pencerahan tentang bakteri, makhluk kecil yang sementara ini dituduh sebagai penyebab derita manusia. Para pakar yang rata-rata dokter menyampaikan pandangan-pandangannya berkaitan dengan probiotik dan prebiotik. Ternyata, penciptaan bakteri itu adalah untuk tujuan mulia. Menjadi masalah jika bakteri itu diperlakukan tak baik dan terusir dari habitatnya.
Para dokter menyampaikan pengalamannya masing-masing menangani berbagai penyakit dengan pola pemanfaatan probiotik dan prebiotik yang benar. Prof. Basuki Rakhmat memulai paparannya tentang ilmu mikro bakteri ini. Saya hanya bisa terkesima dan manggut-manggut dengan penjelasannya yang lumayan lengkap. Saya katakan lumayan, karena kelengkapan ilmu yang sempurna itu hanya ada pada Allah.
Diskusi berlangsung 6 (enam jam) itu sungguh tiada terasa. Probiotik siklus menjadi tema utama. Betapa alam kita ini penuh dengan bakteri positif dn negatif. Betapa Allah dengan segala kasih sayang (rahmat) Nya telah menyiapkan bahan-bahan untuk digunakan dengan baik untuk keseimbangan hidup. Ketidakseimbangan sungguh akan mengantarkan pada sakit dan derita.
Bisakah kita yang sudah tjdak seimbang pola hidupnya menjadi seimbang? Dengan doa dan ikhtiyar yang serius insyaAllah bisa normal dan sehat seimbang kembali. Dokter Didik bercerita pengalamannya mengobati orang yang pantay dan pahanya kelindes truck. Tak hanya uka, namun juga hancur tuangnya dan kulit dagingnya terpisah. Dengan terapi probiotik beliau, alhamdulillah sudah sembuh total. Penyakit jantung, ginjal, diabetes dan kanker juga sembuh. Testimoni dan foto dokumentasinya lengkap.
Dokter Farid, dokter Farida dan lainnya saling melengkapi. Saya bicara dibagian akhir hanya dengan kesimpulan pendek: “Betapa ilmu Allah begitu luas dan hebat. Begitu rahmat Allah meliputi segala sesuatu. Bersyukurlah kita menjadi hambaNya yang beriman.” Salam, AIM
Penulis: KH. Ahmad Imam Mawardi (Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *