Demo Omnibus Law, Begini Nasihat Imam Ghazali Kepada Pemerintah

Demo Omnibus Law, Begini Nasihat Imam Ghazali Kepada Pemerintah

Pemerintah itu Hanya Kata

Sebagian besar, orang yang duduk dalam pemerintahan, lebih-lebih yang di atas menjadi betul-betul yakin bahwa dirinya itu pemerintah atau tukang perintah bahkan penguasa. Padahal pemerintah hanyalah istilah atau ” kata”yang telanjur dipakai dalam “syari’at” formal kenegaraan ini. Hakikatnya mereka bukan pemerintah.
Ooo kok bisa begitu?

Ya, bagiamna bisa, mereka benar-benar meyakini dirinya sebagai pemerintah wong semua fasilitas yang digunakan merupakan pemberian rakyat. Rumah, mobil, bbm, listrik, air dan berbagai tunjangan untuk keluarga dan pembantu, asisten, sopir, sampai jaminan sehat dan sakit sampai uang saku dikasih oleh rakyat. Mereka sebenarnya (hakikatnya) adalah para pesuruh rakyat untuk mengurusi negara dan rakyat. Maka menjadi aneh kalau mereka menjadi tertipu dengan kata “pemerintah” lalu memposisikan dirinya sebagai tukang peritah bahkan penguasa dihadapan orang-orang yang membayarnya.

al-Imam al Ghazali mengingatkan hal ini dengan sangat serius kepada para petugas rakyat dalam kitabnya yang berjudul  al tibr al masbuk fii nasihat al muluk. Kapan-kapan Pak Jokowi, Mahfud Md ,LBP, Megawati dan jajaran menteri kalau bisa ngaji kita ini ya, supaya bisa menyikapi secara benar dan baik atas protes yang disampaikan oleh rakyat. Tidak kabur dan membela diri. Tidak ada alasan untuk bersikap membela diri atau seakan-akan menjadi pihak lain dari rakyat sehingga menuduh macam-macam dan mengajak rakyat untuk berperkara ke MK. Tidak ada alasan yang bisa dibenarkan secara moral bagi sampeyan untuk berperkara dengan rakyat di pengadilan. Sampeyan siapa dan rakyat itu siapa?

Jangankan sampai jutaan orang yang protes, satu orang pun harus sampeyan dengarkan dan perhatikan dan jangan mengedepankan buruk sangka dengan berbagai tuduhan karena hal ini mempertegas bahwa sampeyan sudah merasa bukan bagian dari rakyat.

Ya, secara formal ke tata negaraan memang begitu. Ke MK. Tapi secara moral tidak bisa begitu karena negara kita ini negara pancasila. Pancasila digali dari nilai-nilai luhur yang tidak seperti itu. Seandainya sampeyan menang di MK ,tetap kalah secara moral. Kalau moralitas ini diabaikan, apa kita mau disebut sebagai bangsa tidak bermoral?

Pemerintah yang hakiki adalah orang-orang yang terus menanam disawah dan kebun, mengolah hasilnya menjadi sesuatu yang bermanfaat, mendidik anak bangsa dengan pengetahuan, bekerja banting tulang tanpa pernah meminta bayaran kepada negara. Beliau-beliau itulah pemerintah yang hakiki. Meski demikian, beliau-beliau tidak pernah merasa sebagai pemerintah.Kalau DPR, saya kira nama ini sudah betul tapi banyak yang lupa akan namanya sehingga berperilaku dan bersikap seperti pemerintah.
wal iyadz billah

PENULIS : KIAI MUZAMMIL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *