Kontemporer

Wafat DiBom, Apakah Syekh Muhammad  Adnan al-Fyouni kekasih Allah ﷻ?

Dunia kembali berduka, sebelumnya Syekh al-Alim al-Allamah Dr. Said Ramadhan al-Buthi yang dipundut (wafat) oleh Allah Swt. Sekarang, Mufti Agung Demaskus, Syekh Muhammad Adnan al-Fyouni, tepatnya pada tanggal 22 Oktober 2020.  Berdasarkan  Syrian Arab News Agency (SANA), Syekh Adnan wafat akibat ledakan bom yang sengaja ditanam dimobilnya. Lebih lanjut, aksi keji tersebut masih belum diketahui dilakoni oleh kelompok mana. Namun yang jelas, pemerintahan suriah masih belum sepenuhnya  memadamkan pemberontakan yang telah berlangsung lama.

Dilansir dari Sputnik News, almarhum merupakan salah satu Ulama dan tokoh Islam terkemuka. Beliau adalah salah satu anggota dewan fikih dikementrian wakaf. Di samping itu, Syekh Adnan menjabat sebagai pimpinan pusat Islam Internasional Syam yang bertugas untuk melawan ekstrimisme. Menag Indonesia, Fachrul Razi menhgatakan, “Kami sangat berduka atas wafatnya Syekh Muhammad Adnan al-Syaifoni, Insyaallah beliau syahid. Selama ini, beliau dikenal dengan Ulama yang moderat. Jalinan kerjasama antara pemerintahan Indonesia dan Suriah sangat baik, utamanya dalam penguatan moderasi beragama. Banyak pemuda-pemuda Indonesia belajar ke Suriah”.

Melihat tragedi mengerikan semacam itu, al-Fakir Ilallah teringat sebuah hadis kudsi yang berbunyi,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : (إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيَّاً فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ. وَمَا تَقَرَّبَ إِلِيَّ عَبْدِيْ بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلِيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ. ولايَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِيْ بِهَا. وَلَئِنْ سَأَلَنِيْ لأُعطِيَنَّهُ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِيْ لأُعِيْذَنَّهُ

Artinya, dari Abi Hurairah berkata, bersabda kanjeng Nabi Muhammad Saw, sesungguhya Allah Swt berfirman, barangsiapa yang memusuhi kekasih-Ku, maka aku izinkan untuk diperangi. Tidak ada hamba-Ku yang mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang paling Aku cintai kecuali dengan mengerjakan perkara-perkara fardhu yang telah Aku tetapkan kepadanya. Tiada henti-hentinya hamba-Ku mendekat kan diri kepada-Ku dengan memperbanyak amalan sunnat sehingga Aku mencintainya. Apabila aku telah mencintainya, maka aku meridhai segala apa yang didengar, dilihat, dilakukan, dan setiap langkah perjalanannya. Bila dia meminta sesuatu kepada-Ku, pasti aku penuhi. Dan.bila dia meminta petlindungan kepada-Ku, pasti aku lindungi.”

 Hadis yang lain,

من أهان لي ولياً فقد بارزته بالمحاربة، وما ترددت في شيء أنا فاعله ترددي في قبض نفس عبدي المؤمن، يكره الموت، وأكره مساءته، ولابد له منه”

Artinya, “Barangsiapa menghina kekasih-Ku, maka Aku izinkan orang itu untuk diperangi. aku tiada ragu-ragu terhadap sesuatu, karena Akulah yang menciptakannya. Dan aku tiada ragu-ragu di dalam mencabut nyawa hamba-Ku yang beriman. Dia takut mati, sedang Aku benci kejahatannya. Dan dia pasti tidak bisa menghindar dari kematian

Nampaknya, secara kajian dhahir teks saja sudah jelas, jika para kekasih Allah Swt dimusuhi, dicaci, disakiti bahkan pada tingkatan dibunuh, maka Allah Swt tidak akan segan-segan mengampanyekan permusuhan. Abdurrahman bin Naser al-Sya’di mengatakan di dalam kitabnya, Bahjatukulub al-Abrar wa Qurratul Uyun al-Akhbar, barangsiapa yang bersemangat memusuhi Allah Swt, maka ia tak akan pernah mendapatkan keberuntungan dan pertolongan.

di dalam kitab Kasful al-Muskil min Hadis Shohihain karya Abu al-Farj Abdurrahman Terdapat penjelasan yang menarik, hadis di atas terdapat beberapa kemuskilan (masalah), salah satunya, bagaimana mungkin manusia memusuhi para kekasih Allah Swt, padahal mereka acap kali meninggalkan hiruk-piruk kemewahan dunia, bahkan menyepi menghindar dari keramaian. Kemudian Abu al-Farj menjawab kemuskilan itu, ada empat katagori seseorang dapat dikatakan memusuhi kekasih Allah Swt, pertama seorang yang fanatik kepada selain kekasih Allah Swt sebagaimana kaum Syi’ah Rofidah, kedua seorang yang menyalahi tanpa dasar terhadap mazhabnya para kekasih Allah Swt sebagaimana Ahlul Bid’ah menyalahi Imam Ahmad bin Hambal, ketiga memandang hina kepada para kekasih Allah Swt, keempat seorang yang terang-terangan memusuhi kekasih-kekasih-Nya, misalkan dengan cara menghajar dan membunuh. Artinya, memusuhi kekasih-Nya ada beragam macam, tidak hanya terkhusus kepada satu macam.

Pertanyaannya, siapakah kekasih-kekasih Allah Swt atau bagaimana ciri-ciri kekasih-Nya (wali)? Nabi Muhammad Saw menyabdakan bahwasanya ciri-ciri para kekasih (wali) Allah Swt adalah orang-orang yang memiliki kapasitas iman dan takwa yang tinggi. Hal ini dikuatkan dengan firman-Nya,

{أَلا إِنَّ أَوْلِيَاء اللّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ * الَّذِينَ آمَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ} [يونس:62-63]

Artinya, Ingatlah sesungguhnya kekasih-kekasih Allah Swt tidak memiliki rasa takut dan khawatir. Mereka merupakan orang-rang yang beriman dan bertakwa

seorang dikatakan beriman ketika dia mampu melaksanakan ibadah fardu dan memperbanyak melakukan ibadah sunat, menjaga hati dari sifat dengki, iri dan lain sebagainya. Adapun seorang yang bertakwa adalah ketika ia mampu menahan diri dari meninggalkan bermaksiat kepada Allah Swt. Syekh Islam Ibnu Taimiyyah menyimpulkan, setiap orang  yang memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt, maka ia layak memperoleh anugerah sebagai kekasih Allah Swt. Pertanyaan selanjutnya, apakah Syekh Muhammad  Adnan al-Fyouni adalah kekasih Allah Swt? al-Fakir kira teman-teman pembaca bisa menjawabnya sendiri. Intinya, al-Fakir ucapkan selamat jalan wahai Syekh, doakan kami, supaya kuat menahan ujian-ujian-Nyas

Penulis: Admin Tanwirul Afkar

Related Posts

  1. A. Muhyiddin Khotib says:

    Santri adapah generasi muda indonesia yg muslim yg sejak telah bergerak untuk memasukan antara ajaran islam dan teradisi kehidupan bangsa indonesia.
    Bagi santri, kehidupan yg damai dan santun adalah strategi yg paling pas untuk meperjuangkan islam di Indonesia.
    Selamat hari santri

  2. A. Muhyiddin Khotib says:

    Sungguh tidak bermoral siapapun yg telah memasang bom yg berakibat kematian bagi syekh Muhammad Adnan al-Fayumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *