Kajian Keislaman Santri

Empat Pilar al-Qur’an, Ahli Qira’ah Yang di Ijazah Nabi

Pada saat awal permulaan Islam, para sahabat banyak mempelajari Alquran secara langsung dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagai sang penerima wahyu. Sebagian sahabat ada yang menerima setoran hafalan dari sahabat yang lain. Bahkan di antara mereka ada yang dikirim ke berbagai belahan wilayah Islam ketika itu untuk mengajarkan Alquran kepada penduduk setempat sehingga Alquran seakin membumi. Dari sekian banyak sahabat nabi Muhammad yang berkicamuk dengan keilmuan dalam bidang Alquran ada beberapa sahabat yang direkomendasi oleh nabi tentang masalah keilmuan dalam fan Alquran hal ini bukan dalam rangka mendeskriminasi terhadap sahabat-sahabat nabi yang lain, melainkan ke empat sahabat ini memang memiliki keunggulan dalam bidang ini. Di dalam salah satu hadisnya nabi menuturkan:

حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ مَسْرُوقٍ ذَكَرَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ فَقَالَ لَا أَزَالُ أُحِبُّهُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ خُذُوا الْقُرْآنَ مِنْ أَرْبَعَةٍ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ وَسَالِمٍ وَمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ وَأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ

Artinya: “Menyampaikan kepada kami Hafsah bin Umar, menyampaikan kepada kami Su’bah dari Amr dari Ibrahim dari Masruq ; Abdullah bin Amr menyebut Abdullah bin Mas’ud seraya berkata, “Aku senantiasa mencintainya, Aku mendengar Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “ambillah pelajaran dalam masalah Alquran dari empat orang sahabat yakni Abdullah bin Mas’ud, Salim, Mu’ad bin Jabal dan Ubay bin Ka’ab”.

Dalam hadis ini Nabi Muhammad Saw. menyebutkan empat orang sahabat yang memang ahli di dalam bidang Qira’ah yaitu: sahabat Mu’ad, Salim, Ibnu Mas’ud dan Zaid bin Tsabit dari ke empat sahabat ini dua diantaranya berasal dari kabilah Muhajirin dan dua orang lagi berasal dari kabilah Ansar. Imam al- karmani (W.9 H) salah satu ulama’ tersohor dalam bidang Qira’ah dan tafsir berpendapat tentang hadis ini “kemungkinan rasul mengatakan demikian dalam hadis ini karena beliau bertujuan untuk memberikan informasi kepada sahabat bahwa ada 4 orang sahabat yang ahli di dalam bidang Qira’ah sesudahku dan mereka semua mahir-mahir dalm bidang tajwid seperti sahabat Salim terbunuh setelah nabi wafat, tepatnya pada perang Yamamah, Muad bin Jabal meninggal dikala pemerintahan Khalifah yang ketiga yakni Utsman bin Affan, Ibnu Mas’ud meninggal dikala pemerintahan Khalifah Utsman sedangkan Zaid bin Tsabit meninggal jauh setelah ketiga sahabat itu wafat dalam artian Zaid bin Tsabit masih hidup lama setelah kematian mereka semua sehingga Zaid bin Tsabit dinobatkan sebagai ar-riyasatu fil qira’ah (pemimpin dalam bidang qira’ah)”.

Pemberitahuan nabi terhadap para sahabat bukan berarti pada masa itu para sahabat tidak ada yang mahir dalam bidang qira’ah namun ada sebagian sahabat yang memang ahli dan lebih unggul dari yang lainnya sehingga nabi melegitimasi empat orang sahabat tersebut. Pada kala itu terbukti ada sangat banyak ahli qira’ah yang tercatat oleh rekam jejak sejarah seperti ada 70 orang sahabat yang masih tersisa akibat terjadi peperangan. Tentunya hal ini menjadi salah satu bukti bahwa tidak sedikit dari kalangan sahabat yang ahli dalam bidang qira’ah, kejadian ini lah yang nantinya menjadi cikal bakal dari tindakan prefentive sahabat Utsman untuk melakukan kodifikasi Alquran karena khawatir Alquran tidak terjaga akibat banyak dari kalangan ahli Qurra’ yang berguguran di jalan Allah sehingga bisa tetap terjaga sampai saat ini.

Penulis: Nur Hefni (Santri Ma’had Aly Situbondo)

No Article rating
0 Reviews
Rating Tanwirul Afkar
  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *