Alumni Dosen

Kiai Khairuddin Dan Kiai Imam Nakha’i, Suara Hati Dari Murid Kepada Guru

Ustazuna Dr. Imam Nakhai. MHI

Lelaki bersahaja, alim dan dermawan. Beliau berasal dari Turen Malang dan saat ini beliau berdomilisi di Sukorejo. Walaupun pada saat kondisi normal, setiap bulan selalu wira-wiri dari Sukorejo-Jakarta sehingga hampir hafal semua jadwal pesawat, termasuk jenis dan pakaian para pramugarinya. hihi, afwan cangkolang. Menduduki jabatan yang sangat keren di level nasional, yakni sebagai anggota komisioner Komnas HAM Perempuan. Kenapa keren? Setidaknya ada beberapa jawaban riil berikut ini.

Pertama, beliau menjadi yang paling tampan dan ganteng di jajaran seluruh petinggi komnas HAM perempuan di Jakarta. Alasannya cukup unik, karena beliau memang menjadi satu-satunya wakil dari kaum laki-laki. Sebagaimana maklum, semua jajaran pejabat terasnya berasal dari kaum hawa.

Kedua, kesetiaan yang sangat luar biasa kepada istri dan keluarga. Dengan jabatan mentereng, glamournya kota metropolitan dan mungkin juga dengan penghasilan yang lebih dari cukup. Namun beliau tak tergiur, tak bergeming, tak ada rencana sedikitpun untuk “buka cabang” di Jakarta, tetap saja bersahaja dan setia. Setia mengamalkan senandung Jam’iyah Shalawat Bhenning, Settung ateh, settung cinta (satu hati, satu cinta). Salut buat beliau dan saya ucapkan sukses selalu dan selamat buat Ustazah Puput atas anugerah besar ini.

Ketiga, beliau berperan sebagai lokomotif sekaligus “penjaga gawang” gerakan Komnas Perempuan agar tidak melenceng dari frame dan nilai-nilai agama. Moderasi pemahaman Ajaran Islam yang beliau pegang selama ini membuat organisasi tetap seimbang sehingga tidak terjebak pada gerakan dan paham liberalisme dan sekularisme.

Dengan basic wawasan keagamaan yang luas, penguasaan kitab turats yang mumpuni, ditopang pengalaman sebagai salah satu dosen Senior Ma’had Aly Situbondo dengan konsentrasi kajian fikih-ushul fikih, mengantarkan beliau terus berselancar ke seluruh pelosok Nusantara untuk memberikan pencerahan dan pemberdayaan kepada kaum hawa menyangkut pelbagai problem kehidupan mereka.

Kini, saat wabah pandemi belum usai, beliau harus rela hati Work from Home ((WFH) dari Sukorejo. Webinar, zoom metting dan tugas-tugas penting organisasi, semua dilakukan dari jarak jauh. Dari semua ini, tentu ada banyak
hikmah yang bisa dipetik dari suasana keterbatasan ini. Setidaknya, beliau saat ini bisa lebih banyak bersama istri dan keluarga tercinta.

Bukan hanya itu,  yang membanggakan bagi kami pengurus MWCNU Banyuputih, beliau ikut aktif terlibat dalam pelbagai kegiatan. Tidak hanya sumbangsih pemikiran untuk kemajuan organisasi, melainkan bunga-bunga kedermawanannya deras mengair. Setelah sebelumnya, wakaf sejumlah buku, kini inventaris sepeda motor.

Semoga al-Mukarram Ustazuna Dr. Imam Nakhai selalu dijaga oleh Allah Swt. dalam keistikamahan dan keikhlasan. Amal jariyah dan kepedulian beliau kepada NU akan menjadi media sambungan rohani sekaligus membuat tersenyum para muassis (pendiri) Nahdlatul Ulama. Tatapan sayang dan senyum para wali-wali Allah kepada kita merupakan bekal berharga bagi kita menuju akhirat. Sebab senyum mereka menjadi pertanda ada kebaikan pada diri kita.

Salam Ta’dhim,

Penulis: Ustaz Khairuddin Habziz, M.H.I. (Rois Syuriyah MWCNU Banyuputih Sekaligus Katib Ma’had Aly Situbondo)

5.0/5.0 Article rating
1 Review
Rating Tanwirul Afkar
  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *