Akhlak Berita Utama

Isyarat Langit, Atau diTerkam Srigala Buas

Oleh: Ny. Hj. Djuwairiyah Fawaid (Pengasuh putri Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo)

Pembelajaran politik gaya baru, meminimalisir korban dan konflik dalam Kontestasi Politik disebut politik basis ruh. Politik ini tidak Akan pernah ditemukan dalam pembelajaran politik akademik ataupun buku-buku reference politik praktis. Tak butuh berfikir jauh, cukup dengan cerdas ruhani maka rasa berasa akan terasa dan nyata.

Inilah yang dimaksud oleh Imam Al-Ghozali sebagai kecerdasan hati dan spiritual, dimana akal menjadi khaddam bagi manusia, akal-lah yang diperintah, bukan akal yang memerintah.

Sudah beberapa tahun terakhir KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy tirakat menjalani gerakan bathiniah dalam jalan Politik. Beberapa kali beliau mau ditarik-tarik ke medan Politik praktis dengan berbagai lapangan.

Diajak, diusik, disindir-sindir, dipaksa bahkan dijebak untuk melakukan simbol Politik dan dukungan terbuka yang dapat dijadikan photo, dan video keberpihakan. Namun, beliau tetap bergeming, lolos dan tersenyum. Bahkan beliau terlihat sibuk mengaji Bersama santri-santri dan ummatnya, dan sesekali memberikan Pesan Politik dengan hikayat cerita. Mengajilah, biar belantara berfikir dan hati jadi bening. Terimalah kebenaran dengan pasrah walaupun dengan melawan nafsu dan ambisi pribadi.

Jangan gegabah, jangan ceroboh, harus cerdas Bersama KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, karena kalau tak cerdas pasti dikorbankan situasi dan fitnah. Jangan keluar dari barisan karena kawanan Srigala buas pasti memangsamu, tetap “jek aghunjek, pasekken ben sepak dhelem sambungan ruh”. Redam emosi dan ambisi dengan Ilmu dan adab. Lele selalu butuh air keruh untuk hidup, maka renungkan ribuan kali bila meninggalkan jama’ah, anda akan habis. Siapapun anda dan apapun status sosialnya, Akan hanya ditunggangi dan diperalat kepentingan sesaat, bukan kepentingan Dunia Akhirat.

Kalau masih beb tengka tak mare, beb elmo tak ngaji, beb esto nimbir, beb rassa tak bisa, ajunan bekal esambeli padhena domba-domba oleh tangan-tangan dholim. Inilah bentuk-bentuk keprihatinan yang dituang oleh KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy dalam relasi sosial, dalam hubungan guru dengan santre, dalam hubungan keluarga dan Umana’ Ma’had, dalam hubungan keummatan. Bahkan kalau Masih tak mau cerdas, justru Akan ditumpangi dan dipinjam tangannya untuk menghantam dan menikam jalan Politik basis ruh dari Beliau. Naudzubillah.

Isyarat langit sudah sangat jelas adanya, tanda kematian Juga sudah terjadi. Ajaran 10 tahun dalam ilmu Hikmah yang diajarkan oleh Abuya Sayyid Muhammad AlMaliki AlHasani Assyadili kepada Gurunda KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy sudah sangat jelas dan terang benderang. Jek petteng e tera’na. Masa Akan berubah dalam dekade ajaran ilmu Hikmah. Kembalilah pulang keharibaan pelukan sang Guru. Tetesan do’a dalam linangan air mata akan menjadi telaga keteduhan jiwa dari Beliau.

Untuk sampai pada Frekwensi yang sama, maka perkuat Sambungan dalam tawasshul bathin, heningkan diri dan muhasabah tentang diri serta perjalanan hidup. Karena dalam kehalusan rasa berasa anda Akan Bertemu dengan KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy dengan berbagai dimensinya. Inilah jalan luas terbentang, karena bahasa lisan dan tulisan sudah habis dalam alam ruh.

Yang sabar menghadapi badai fitnah dan cemo’oh, karena hakikat kemenangan yaitu disaat pemimpin dapat mengayomi rakyatnya di 17 Kecamatan yang ada di Situbondo. Tanpa membedakan, dan tetap Adil serta belas kasih. Meninggikan kebenaran dan kebaikan sebagai pemerintah yang menuju Allah Swt., dan meneladani Baginda Nabi Muhammad Saw. Kita semua akan teruji oleh waktu. Bismilllah, paggun esto settong ate.

No Article rating
0 Reviews
Rating Tanwirul Afkar
  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *