Santri

Dari Mata Turun Kehati, Konsep Pernikahan Yang Wajib Diketahui

Pernikahan merupakan hubungan yang sangat sakral di dalam agama Islam, dalam hal memilih pasangan Rasulullah tidak serta merta menikahkan, namun Rasulullah menganjurkan kepada para sahabatnya agar meneliti dan melihat terlebih dahulu kepada calon pasngan yang hendak dinikahi, karena dengan cara melihat akan menimbulkan ketertarikan yang nantinya akan mengajak kepada kemantapan hati terhadap calon pasangan. Dalam kata-kata sehari-hari yang sering di ucapkan oleh kaula muda adalah “Dari mana datangya lintah dari gunung turun ke kali dari mana datangya cinta dari mata turun kehati” kata ini bila dilihat secara sekilas mungkinbiasa saja namun bila kita renungkan dengan sedikit mendalam ia memiliki maksud dan tujuan yang mulia. Yakni ketika kita hendak melamar terpadap pasangan maka seharusnya kita harus terlebih dahulu melihat calon pasangan, karena dengan melihat kita akan menemukan ketenangan dan rasa cinta bila pasagan tersebut memang cocok, sehingga dapat mengantarkan kepada lahirnya bibit-bibit cinta yang dikenal dengan cinta pertama(first love).

Dalam hadisnya Rasulullah bersabda bahwa dahulu kala pernah ada seorang sahabat yang hendak menikah ia menghampiri baginda Rasullulah lalu beliau bersabdah sebagaimana yang di riwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah:

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ كَيْسَانَ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَأَخْبَرَهُ أَنَّهُ تَزَوَّجَ امْرَأَةً مِنَ الْأَنْصَارِ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنَظَرْتَ إِلَيْهَا؟»، قَالَ: لَا، قَالَ: «فَاذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّ فِي أَعْيُنِ الْأَنْصَارِ شَيْئًا»

Artinya: “menyampaikan kepada kami Ibnu Abi Umar , menyampaikan kepada kami Sufyan, dari Yazid bin Kaisan dari Abi Hazim dari Abu Hurairah berkata: “Ketika aku bersama dengan Rasulullah Sallallah Alaihi wa Sallam, datanglah seorang laki-laki dan mengabarkan bahwa ia akan menikahi perempuan dari kaum Ansar, maka Rasulullah Sallallah Alaihi wa Sallam bertanya : Apakah kamu sudah melihat dia? Laki-laki itu menjawab: Tidak . Rasulullah Sallallah Alaihi wa Sallam bersabda: Pergilah dan lihatlah dia, sesungguhnya di dalam mata orang-orang Ansar terdapat sesuatu.

Dalam hadis ini Rasulullah menganjurkan kepada seseorang yang hendak melamar seseorang agar melihat terlebih dahulu terhadap calonnya hal ini dilakukan untuk lebih menguatkan ikatan perkawinan yang diadakan sesudah itu, karena dengan peminangan itu kedua belah pihak dapat saling mengenal.  Hal ini dapat disimak dari sepotong hadis Nabi yang diriwayatkan dari al-Mughirah bin Syu’bah :

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ أَبِي رِزْمَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَاصِمٌ، عَنْ بَكْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْمُزَنِيِّ، عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، قَالَ: خَطَبْتُ امْرَأَةً عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنَظَرْتَ إِلَيْهَا؟» قُلْتُ: لَا، قَالَ: «فَانْظُرْ إِلَيْهَا، فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا»

Artinya: “mengabarkan kepada kami Muhammad bin Abdul Aziz bin Abi Rimzah beliau berkata menyampaikan kepada kami Hafsah bin Ghiyas dia berkata menyampaikan kepada kami Ashim dari Bakar bin Abdullah al-Muzanni dari al-Mughirah Ibn Syu’bah Raḍiyallahu ‘Anhu berkata: “aku pernah melamar seorang wanita dimasa nabi Sallallah Alaihi wa Sallam, maka nabi bersabda: lihatlah dia, karena hal itu lebih menjamin kecocokan di antara kamu berdua.”

Dari hadis ini para ulama mengambil kesimpulan hukum, bahwa seseorang yang hendak melangsungkan pernikahan disunnahkan untuk melihat terlebih dahulu kepada calon pasangannya. Sehingga antara pasangan yang akan menikah menemukan keserasia dan kecocokan mengenai mengapa hanya tertentu kepada wajah dan telapak tangan karena dengan melihat hai ini sudah mewakili, Imam as-Sirbini di dalam kitabnya al-Iqna’ fi Halli al-Fadi Taqrib beliau berkomentar tentang hikmah dibalik diperbolehkan melihat sebatas wajah dan telapak tangan:

والحكمة في الاقتصار عليه أن في الوجه ما يستدل به على الجمال وفي اليدين ما يستدل به على خصب البدن

Artinya: “Hikmah melihat pasangan sebatas kepada wajah dan telapak tangan adalah bahwa pada wajah terdapat sesuatu yang menujukkan terhadap keindahan dan kepada kedua telapak tangan itu menunjukkan akan kesuburan”.

dari kedua hadis diatas tidak jauh berbeda yaitu seseorang yang hendak melakukan hubungan yang serius maka hendaknya melihat terlebih dahulu kepada calon pasangannya agar mendatangkan kepada kecondongan hati pada sang pujaan hati, tujuan nabi mengajarka kepada para sahabat agar melihat terlebih dahulu terhadap calon pasangannya karena dikhawatirkan adanya penyesalan dikemudian harinya sehingga rumah tangga yang dibina tidak harmonis dan akan berdampak kepada perpecahan yang jauh dari kata Sakinah Mawadah dan warahmah. Maka selayaknya kita harus meneladani terhadap jejak Rasulullah sehingga seseorang tidak sembarangan dan serampangan dalam bertindak apalagi terhadap sesuatu yang urgen terlebih seperti pernikahan.

Penulis: Nur Hefni (Santri Aktif Ma’had Aly Situbondo)

5.0/5.0 Article rating
1 Review
Rating Tanwirul Afkar
  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *