Akhlak

Imam al-Suyuti, Moralitas Dan “Artis” Tempo Dulu

MORALITAS (AKHLAK) IMAM AS-SUYUTI DAN PUJIAN ULAMA KEPADANYA

Memang dalam bidang keilmuan imam as-Suyuti seringkali menonjolkan kelebihan dan kebolehannya, namun dari sisi akhlak atau moralitas imam as-Suyuti dikenal sebagai seorang ahli ibadah yang sangat zuhud.

Banyak ulama besar yang memuji akhlak atau moralitas beliau. Diantaranya adalah pujian dari Najmuddin al-Qurra dalam kitabnya “al-Kawakib as-Sairah Bi ’Ayani al-Mi’ah al-’Asyirah” beliau berkata : “Tatkala dia (as-Suyuti) berusia empat puluh tahun dia memfokuskan dan menyibukkan dirinya untuk beribadah kepada Allah, dan menjauhkan diri dari kehidupan dunia dan penduduknya, seakan-akan dia tidak mengenal seorang pun, kemudian dia mulai menulis karya-karyanya, lalu dia meninggalkan fatwa dan mengajar, dia meminta udzur akan hal tersebut yang dia paparkan dalam karyanya “at-Tanfis”.

Kemudian dia melanjutkan hal tersebut sampai dia meninggal, dia tidak membukakan pintu rumahnya di pesisir sungai an-Nil dari ketukan penduduk. Kemudian orang-orang terpandang para wali dan ulama berdatangan untuk menjenguknya, lalu mereka menyodorkan harta kepadanya, namun dia menolaknya.

Begitu juga an-Nuri memberikan seorang budak dan uang sebanyak seribu dinar, kemudian as-Suyuti mengembalikan uang tersebut dan mengambil budak lalu memerdekakannya dan menjadikannnya pelayan di ruangan an-Nabawiyyah, kemudian dia berkata kepada sang Sultan : “Janganlah kamu datang kepada kami dengan hadiyah, karena sesungguhnya Allah telah menganugrahkan kepada kami hadiah-hadiah tersebut. Dia tidak memihak dan membeda-bedakan antara sultan dan yang lainnya. Kemudian sulthon memintanya untuk hadir ketempatnya berulang-ulang namun dia tidak datang”.

Selain Najmuddin al-Qurra, Al-’Idrusi dalam kitabnya an-Nur as-Safir ’an Akhbar al-Qarn al-’Isyrin juga mengatakan : “Dikisahkan bahwasannya as-Suyuti pernah berkata : “Suatu saat saya bermimpi seolah-olah saya bersama Rasulullah, lalu saya memperlihatkan kepadanya sebuah kitab yang saya tulis dalam bidang hadits yaitu kitab “Jam’u al-Jawami” Kemudian saya berkata : “Bacalah oleh kalian sedikit saja dari kitab ini.”Lalu Rasulullah bersabda : “Bawalah kemari wahai ulama hadits, kemudian beliau  berkata lagi : “Ini adalah kabar gembira buatku yang paling agung dan mulia daripada dunia dan segala isinya.”

Ibnu Ammar Al-Hambali juga pernah memuji beliau dengan perkataannya: “Beliau adalah sandaran peneliti yang cermat, juga mempunyai banyak karangan yang unggul dan bermanfaat”. Asy-Syaukani juga pernah memuji beliau dengan perkataannya: “Beliau adalah seorang imam besar dalam masalah Al-Kitab dan As-Sunnah, yang mengetahui ilmu-ilmu ijtihad dengan sangat luas, juga memiliki pengetahuan yang memisahkan diri dari pengetahuan ijlihad”.
Asy-Syaukani berkata lagi tentang As-Suyuthi: “Beliau terkenal menguasai semua disiplin ilmu (agama), melampaui teman-temannya dan namanya terkenal di mana-mana dengan sebutan yang baik dan beliau juga telah mengarang kitab-kitab yang, berguna”.

KARYA MONUMENTAL AS-SUYUTI

Imam as-Suyuthi telah meninggalkan karya-karyanya begitu banyak dalam berbagai disiplin ilmu, dikarenakan beliau rajin menulis buku pada usia mudanya. Akan tetapi jumlah tersebut semakin bertambah pada masa-masa terakhir dalam hidupnya setelah ditulisnya kitab “Husn al-Muhadharah”. Al-’Idrusi dalam kitabnya An-Nur as-Safir halaman 52 mengatakan : “Karya-karyanya telah mencapai jumlah hingga enam ratus karya selain yang dia perbaiki dan yang tercuci.”

Diantara karya-karyanya yang terkenal, antara lain :

  • Al-Itqan Fi ’Ulum al-Quran.
  • Ad-Dur al-Mantsur fi at-Tafsir bi al-Ma’tsur.
  • Lubab an-Nuqul fi Asbab an-Nuzul.
  • Mufahhamat al-Aqran fi Mubhamat al-Qur’an.
  • Al-Iklil fi Istinbath at-Tanzil.
  • Takammulah Tafsir Syaikh Jalaluddin al-Mahalli.
  • Hasyiyah ’Ala Tafsir al-Baidhawi.
  • Tanasuq ad-Durar fi Tanasub as-Suar.
  • Syarh asy-Syathibiyyah.
  • Al-Alfiyyah fi al-Qiraat al-Asyr.
  • Syarh Ibnu Majah.
  • Tadrib ar-Rawi.
  • Is’af al-Mubaththa birijal al-Muwaththa.
  • Al-Alai’ al-Mashnu’ah fi al-Ahadits al-Maudhu’ah.
  • An-Naktu al-BAdi’at ‘Ala al-Maudhu’at.
  • Syarh as-Shudur Bi Syarh Hal al-Mauta wa al-Qubur.
  • Al-Budur as-Safirah ‘An Umur al-Akhirah.
  • Ath-Thib an-Nabawi.
  • Ar-Riyadh al-Aniqah fi Syarh Asma’ Khair al-Khalifah.
  • Al-Asybah wa An-Nadhair
  • Jam’u al-Jawami’
  • Tarjumah an-Nawawi.
  • Diwan Syi’r
  • Tuhfah azh-zharfa’ Bi Asma’ Al-Khulafa’
  • Tarikh Asyuth
  • Tarikh al-Khulafa’.

Itulah beberapa sampel kitab karya Imam as-Suyuti yang hingga kini tetap dibaca dan berguna bagi umat muslim khususnya. Beliau telah meninggalkan warisan yang luar biasa yang tidak bisa dinilai dengan materi, yang memberikan dampak signifikan dalam penyebaran dan kejayaan islam.

WAFATNYA AS-SUYUTI

Beliau wafat malam jum’at 13 umadil la 911 H. Setelah 7 hari tidur dipembaringan karena ditimpa penyakit tumor yang sangat ganas di lengan sebelah kiri. sehingga genaplah usia beliau 61 tahun saat meninggalkan dunia fana ini. Lalu beliau di makamkan di sebelah makan ayahnya di “hush kusun”.

Oleh: Tanwirul afkar

5.0/5.0 Article rating
3 Reviews
Rating Tanwirul Afkar
  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *