Hukum Islam Kajian Keislaman

Benarkah Pahala Ngeseks Sama Dengan Jihad ?

Pernikahan merupakan ritual keagamaan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Tujuan  utama seorang muslim melangsungkan pernikahan adalah untuk menyempurnakan agama dan mencegah dirinya dari perbutan zina. Nabi Muhammad bersabda dalam sebuah Hadis :

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Oleh karenanya bertakwalah kepada Allah untuk separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi).

Menurut Imam Al-Qurtubi makna Hadis di atas ialah pernikahan akan melindungi seseorang dari zina. Sementara menjaga diri dari keharaman zina merupakan salah satu jaminan dari Rasulullah SAW untuk mendapatkan surga. Beliau bersabda, ‘Barang siapa yang dilindungi dari dua bahaya maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, yaitu dilindungi dari keburukan yang muncul melalui mulutnya dan keburukan yang muncul melalui kemaluannya.’(Abu Abdillah Muhammad Bin Ahmad al-Qurtubi, Tafsir al-Qurthubi, Juz 9, Hal 327)

Setelah menikah, seseorang juga akan lebih tenang dan bahagia dalam menjalani hidup. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran :

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةًۭ وَرَحْمَةً

Termasuk tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia mencipkan untukmu semua, istri-istri dari jenismu sendiri agar kamu tenang karenanya. Dan Dia menjadikan diantara kalian rasa cinta dan kasih sayang.” (QS. Ar-Ruum : 21)

Selain menciptakan ketenangan dan kebahagiaan, pernikahan juga dapat dijadikan sebagai ladang pahala yang melimpah, karena setelah menikah pasangan suami-istri dapat melakukan hubungan intim yang mana pahalanya sama dengan bersedakah. Dalam sebuah Hadis nabi Muhammad bersabda :

وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ »

“Dan dalam hal kemaluan (bersenggama dengan) istri kalian adalah sedekah. Para sahabat lantas bertanya pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘wahai Rasulullah, apakah dengan kami mendatangi istri kami dengan syahwat itu mendapatkan pahala?’ Beliau menjawab, ‘Bukankah jika kalian meletakkannya pada yang haram, kalian akan mendapatkan dosa? Oleh karenanya jika kalian meletakkannya pada yang halal, tentu kalian akan mendapatkan pahala.’” (HR. Muslim).

Bahkan Imam al-Ghazali mengatakan  ada sebuah riwayat dari nabi Muhammad, bahwa hubungan intim pahalanya setara dengan berjihad melawan kaum kafir. Di dalam kitab Ihya’ Ulumiddin disebutkan :

روي عن النبي صلى الله عليه وسلم إن الرجل ليجامع أهله فيكتب له بجماعه أجر ولد ذكر قاتل في سبيل الله فقتل

Diriwayatkan dari nabi Muhammad SAW bahwa “Sesungguhnya seorang pria yang menggauli istrinya, maka ia dicatat memperoleh pahala seperti pahalanya anak laki-laki yang berjihad (melawan kaum kafir) di jalan Allah lalu terbunuh” (Muhammad Bin Muhammad Al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, Juz 2, Hal 326). Wallahu A’lam

Penulis: Admin Tanwirul Afkar

5.0/5.0 Article rating
2 Reviews
Rating Tanwirul Afkar
  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *