Dosen

Catatan Kecil Kiai Afifuddin, Perbedaan Salat Qasar, Jamak Taqdim Dan Ta’khir

BEBERAPA PERBEDAAN ANTARA JAMAK TAQDIM DN JAMAK TA’KHIR

  1. jamak taqdim harus dilakukan dengan tartib, yakni mendahulukan shalat zuhur dari pada salat asar dan mendahulukan salat magrib dari pada salat isya.
  2. jamak taqdim harus dilakukan dengan muwaalaat (berkesinambungan). Yakni salat yang kedua (asar/isya) tidak dipisah dari salat yang pertama (zuhur/magrib) dengan waktu yang lama. Standart lama adalah waktu yang cukup untuk digunakan melaksanakan salat dua rakaat secara minimalis. Adapun Tartib dann muwaalaat tidak wajib di dalam jamak ta’khir, namun disunnahkan.
  3. niat jamak taqdim harus diucapkan di dalam hati pada salat yang pertama, namun lebih afdal (paling utama)dibersamakan dengan takbiratul ihram. Boleh juga dilakukan pada pertengahan salat, bahkan boleh  dilakukan beberapa saat sebelum salam.

Adapun niat jamak ta’khir harus dilakukan di dalam waktu salat yang pertama, yakni  waktu zuhur atau waktu magrib). Namun boleh diakhirkan sampai ketika waktu tinggal beberapa menit yang cukup untuk digunakan melakukan salat secara sempurna atau salat qashr.

Sedangkan rentang waktu zuhur adalah sejak bergesernya matahari sampai pada saat bayangan (panjangnya) sama dengan benda. Adapun waktu magrib dimulai sejak terbenamnya matahari sampai terbenamnya mega merah.

PERBEDAAN ANTARA QASAR DN JAMAK:

Ada perbedaan antara qasar dan jamak  dalam beberapa hal:

1 dan 2. Qasar lebih afdal dari pada tidak qasar. Sementara tidak jamak lebih afdal dari pada jamak. Hal ini sebab  dengan tidak menjamak,  seseorang terhindar dari  kontroversi  Imam Abu Hanifah yang mewajibkan qasar dan melarang  jamak. Dengan demikian, tidak ada waktu yg kosong dari ibadah.

  1. Qasar tidak boleh dilakukan dengan bermakmum pada imam yang salat sempurna (tidak qasar). Sedangkan jamak, boleh dilakukan di belakang imam tidak melakukan salat jamak.
  2. Niat qasar harus bersamaan dengan takbiratul ihram. Sementara niat jamak, boleh terjadi sesudahnya, bahkan beberapa saat sebelum salam.
  3. Qasar hanya boleh dilakukan dalam perjalanan. Sedangkan jamak boleh dilakukan sebab alasan sakit, hujan atau ada kepentingan yang mendesak meski  tidak dalam perjalanan.

Musafir  yang hendak mengaķhirkan salat  zuhur kepada salat asar atau salat magrib kepada isya, harus melakukan atau memantapkankan niat di dalam hatinya bahwasanya ia hendak mengakhirkan shalat tersebut. Niat itu harus sudah dilakukan beberapa saat sebelum berakhirnya waktu zuhur/magrib. Jika niat tersebut baru dilakukan ketika waktu zuhur/magrib tinggal beberapa saat  atau waktu yang tak memuat bila dilaksanakan salat secara sempurna, maka  orang tersebut  berdosa, meski  jamaknya tetap sah bila sisa waktu tersebut cukup untuk salat satu rakaat.

Perjalanan jauh yang menjadi sebab bolehnya melakukan salat qasar dan jamak haruslah  perjalanan yang baik. Hal ini meliputi perjalanan yang  wajib, seperti untuk membayar hutang, perjalanan yang sunnah, seperti  silaturahim, dan pejalanan yang mubah, seperti berdagang. Artinya, perjalanan yang dilakukan bukanlah berupa  maksiat, seperti untuk melakukan korupsi.

Lebih dari itu, jamak taqdim maupun  ta’khir bisa  juga dilaksanakan pada hari jumat dengan cara orang tersebut  melakukan salat asar setelah salam dari salat jumat bila ia melakukan jamak taqdim. Sedangkan  bila melakukan jamak ta’khir, maka salat yang  diakhirkan ke waktu ashar bukanlah shalat jumat, tapi salat zuhur.

4.3/5.0 Article rating
19 Reviews
Rating Tanwirul Afkar
  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *