Santri

Mengenal Kiai Afifuddin, Mengenal Indahnya Berislam

Adalah Kiai Afifuddin merupakan wakil pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Syafi’iyah Sukorejo sekaligus naib mudir di lembaga Ma’had Aly, yang akrab di kalangan santri dengan sapaan Kiai Khafi.  Kiai khafi merupakan sosok kiai yang sangat alim, tawadu’ dan rendah hati.

Kehidupan beliau begitu sederhana dengan beratribut sarung dan peci, layaknya seorang santri tulen. Sosok yang jarang bedawuh namun penuh makna jika sudah keluar beberapa patah kata. Beliau merupakan sosok kiai tulen yang dibesarkan dalam lingkup Pondok Pesantren Sukorejo, namun memiliki pemikiran yang cemerlang dan terus eksis mengikuti perkembangan zaman.

Kiai afif merupakan sosok yang istikamah dalam hal belajar maupun mengajar, baik  mengkaji  kitab-kitab dasar seperti Jurumiyyah maupun kitab yang tergolong sangat sulit seperti kitab Jam’ul Jawami’ karangannya Syekh Tajuddin as-Subki yang dikaji di kompleks Ma’had Aly peninggalan K.H.R As’ad Syamsul Arifin, pada setiap hari senin dan kamis. Beliau juga mengisi pengajian umum yang dilakukan setiap ba’dah salat isya yang bertempatan di musalla pusat.

Selain itu beliau juga mengisi pengajian di kediamannya sendiri. Beliau merupakan sosok yang tekun dan gigih dalam  menekuni keilmuan agama dan tak henti-henti mendalami dan terus mengulang kitab-kitab turas yang dikarang oleh ulama-ulama salaf, hal ini merupakan salah satu cerminan dari orang yang mencintai ilmu sebagaimana di dalam kitab Ta’limul Muta’allim karangannya syekh az-Zarnuji:

وَ دَاوِمْ عَلَى الدَّرْسِ لاَ تُفَارِقْهُ, فَإِنَّ الْعِلْمَ بِالدَّرْسِ قَامَ وَ ارْتَفَعَا

Artinya: “Langgengkan belajarmu dan jangan beranjak. Dengan dikaji, ilmu kian tegak menanjak.”

Beliau dikenal sebagai seorang kiai yang memiliki pemahaman mendalam dalam kajian ilmu fikih dan ushul fikih al-Mutabahhir fi Ilmil Fikih Waushuluhu, sedikit sekali orang yang dapat memahami terhadap ilmu fikih sekaligus ushul fikih secara mendalam, terutama pada zaman sekarang pada saat ilmu ini kurang diminati.

Tak tanggung-tanggung keilmuan beliau banyak di akui dan dikagumi oleh para ulama, kiai maupun kalangan cendekiawan dan akademisi baik dalam negri maupun luar negri tentang kepakaran beliau dalam fan fikih dan ushul fikih.

Belaiu juga memiliki pemikiran yang cukup moderat tentang pemahaman keagamaan, disamping itu beliau juga memiliki beberapa karangan yang monumental baik dalam bahasa Arab maupun Indonesia seperti kitab Fathul Mujib Qarib yang merupakan kitab komentar dari kitab Taqrib yang banyak dikaji oleh para pelajar di pondok pesantren di indonesia, beliau memaparkan pemahaman kitab dengan sangat mudah dan kekinia.

Selain itu, beliau juga mempunyai karangan kitab Lumatus Sa’ighah dalam bidang ilmu Nahwu. Dalam bentuk indonesia seperti Fikih Tata Negara, Membangun Islam Moderat, Manajemen Cinta dan lain-lain. Kiai afif merupakan salah satu sosok yang menjadi pilar keilmuan Pondok Pesantren Salafiyyah Syafi’iyah Sukorejo sekaligus menjadi perpustakaan berjalan sukorejo, mendapatkan mandat dari K.H.R. As’ad Syamsul Arifin.

Kepemimpinan K. Afifuddin Muhajir dan K. Ach. Hariri Abdul Adhim sudah disematkan oleh K. As`ad jauh sebelum peresmian Ma`had Aly, beliau berkata, “engkok akhebeyeh Ma`had Aly, se Ngorengnah edina` Hariri ben Khofi”, terjemahannya, “Saya mau mendirikan Ma`had Aly yang akan menangani adalah Hariri (KH Ach. Hariri Abdul Adhim) dan Khofi (KH Afifuddin Muhajir).” Tentunya kiai as’ad memilih orang tidak sembarangan, apalagi dalam hal memilih pengurus Ma’had Aly yang terkenal sebagai perguruan tinggi di pondok pesantren yang nantinya akan mencetak kader ahli fikih.

Kiai khafi merupakan sosok kiai yang dapat memadukan teks dan konteks, yang dalam teori Muhammad Arkon dikenal dengan teori kritik nalar sejarah, yaitu dengan memadukan antara teks dan konteks sehingga akan menemukan suatu makna baru yang tersembunyi dalam teks tersebut. dari sana, teks-teks keagamaan tidaklah bersifat rigit.

Di samping itu, beliau juga dapat menyajikan fikih dengan pengertian yang solutif dan bisa merespon terhadap tuntutan zaman, bahkan beliau juga dapat menggambarkan bahwsanya fikih bukanlah semata-mata prodak hukum yang hitam diatas putih melainkan ia memiliki ruh yang dapat berdialog dengan zaman.

Dengan keahlianyan dan kepakarannya dalam bidang fikih, qaidah fikih dan ushul fikih beliau juga dapat merespon masalah-masalah kemasyarakatan yang bersifat kultural, dengan memadukan pemahaman teks dan konteks sehingga dapat menghasilkan kesimpulan hukum yang cukup bersahabat dengan kondisi masyarakat yang ada di zaman sekarang.

Beliau juga merupakan sosok yang cukup konsisten dalam memegang keilmuannya, beliau merupakan orang yang konsisten mempelajari, konsisten dalam menerapkan dan konsisten dalam mengaplikasikan konsep-konsep fikih maupun ushul fikih dalam merespon suatu permasalahan, sehingga beliau bisa pakar dalam kajian fikih dan ushul fikih.

Disamping menggunakan teks-teks Alquran, hadis maupun aqwalul ulama, beliau mengaplikasikan ilmu ushul fikih  sehingga dapat menghasilkan ketentuan hukum fikih yang bersifat luwes dan tidak terkesan monoton. Selain beliau merupakan ahli fikih beliau juga merupakan sosok kiai yang sufisistik, hal ini sejalan dengan perkataanya imam syafi’i dalam kitab Majmu’il Ahkam wal Amtsal:

فَقيهاً وَصوفِياً فَكُن لَيسَ واحِداً  # فَإِنّي وَحَقُ اللَهِ إيّاكَ أَنصَحُ

فَذَلِكَ قاَسٍ لَم يَذُق قَلبُهُ تُقىً#  وَهَذا جَهولٌ كَيفَ ذو الجَهلِ يَصلُحُ

Jadilah engkau seorang ahli fikih yang sufi, jangan jadi salah satunya. Sungguh demi allah, aku sangat ingin kebaikanmu, karena menjadi ahli fikih saja, hatinya keras tidak mampu menikmati ketaqwaan. Begitu juga bila hanya jadi sufi, berarti dia bodoh, bagaimana orang bodoh menjadi orang baik.

Terahir, Saat ini, tepatnya 20 Januari 2021, Kiai Afifuddin Muhajir mendapatkan gelar kehormatan doktor honoris causa. Kami, selaku murid, mengucapkan selamat dan semoga panjang umur wa al-Fiat. Doakan kami juga kaiai, semoga ketularan cerdas, warak dan segalanya dari panjenengan.
Penulis: Nur Hefni

5.0/5.0 Article rating
2 Reviews
Rating Tanwirul Afkar
  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *