Santri

Semoga Amanat, Kaderisasi Dan Kru Baru Majalah TA

Datang akan pergi… Lewat kan berlalu… Ada dan tiada, bertemu akan berpisah…
Awal kan berakhir… Terbit kan tenggelam… Pasang akan surut, bertemu akan berpisah…

Entah kenapa, ketika hendak menulis berita acara ini, tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya bait-bait lagu di atas. Jangan tanya siapa pemilik lagu itu! Saya tidak tahu dan saya rasa juga tidak penting-penting amat untuk mencari tahu. Yang saya tahu, bait lagu itu pada biasanya diposting oleh man-teman yang sedang merayakan upacara perpisahan. Entah perpisahan kelulusan, perpisahan dengan mantan, atau dalam rangka melepas rekan kerjanya yang sedang dipindahtugaskan.

Sebagaimana man-teman pada umumnya, tujuan saya menyertakan bait lagu di atas juga untuk merayakan upacara perpisahan yang dalam beberapa hari ke depan akan segera kami langsungkan.

Kami, segenap Kru Majalah Tanwirul Afkar sudah lama menyiapkan upacara perpisahan ini. Itulah sebabnya kenapa pada bulan ini Majalah Tanwirul Afkar alpa dari pangkuan kalian. Di samping menyiapkan mental untuk berpisah, kami juga sibuk melakukan pengkaderan, memberikan sangu atau bekal kepada para kru baru yang dalam beberapa hari ke depan akan menggantikan kami menahkodai Majalah Tanwirul Afkar.

Dalam kegiatan pengkaderan ini, para kru baru dibekali banyak hal mengenai kaifiyah (kode etik) menangani Majalah Tanwirul Afkar. Mulai dari managerial, pemasaran, dan kaifiyah kepenulisan di dalam Majalah Tanwirul Afkar.

Malam ini, 13/2/20 adalah sesi terakhir dari beberapa sesi pengkaderan yang dijadwalkan. Sesi terakhir ini diisi oleh Ustaz Muhammad Rizkil Azizi, editor Majalah Tanwirul Afkar. Dalam sesi ini, beliau mempresentasikan mengenai beberapa karakter kepenulisan yang tidak boleh hilang dari Majalah Tanwirul Afkar, terkhusus pada Rubrik Sajian Utama.

Beliau menuturkan, setidaknya ada empat unsur utama yang harus diperhatikan ketika menulis Rubrik Sajian Utama Majalah Tanwirul Afkar.

Pertama, tema atau topik pembahasan yang diangkat di Sajian Utama harus merupakan isu aktual yang sedang berkembang di masyarakat. Lebih lanjut, bapak dari dua anak ini juga menekankan agar man-teman Kru Majalah Afkar melakukan penelitian dan kajian yang mendalam terlebih dahulu terhadap data yang berkaitan dengan isu yang akan dibahas. Intinya, harus paham masalahnya dulu secara utuh sebelum memberi status hukum atas masalah itu.

Kedua, menampilkan khilafiyah (perbedaan pendapat) ketika sudah masuk pada bagian fikihnya. Artinya, Majalah Tanwirul Afkar jangan sampai hanya sekedar menyuguhkan pendapat ulama dari kalangan Syafi’iyah saja. Lebih dari itu, Majalah Tanwirul Afkar juga harus menampilkan secara jujur pendapat para ulama selain Syafi’iyah. Misalnya, Malikiyah, Hanafiyah, dan Hanabalah. Hal ini selaras dengan jargon yang diusung oleh Majalah Tanwirul Afkar, yaitu Komprehensif.

Ketiga, memberikan sentuhan analisis Ushul Fikih dan Kaidah Fikih. Hal ini dimaksudkan agar Majalah Tanwirul Afkar terhindar dari kecenderungan bertumpu pada teks-teks fikih para Imam Mazhab semata yang potensial akan melahirkan produk fikih yang kaku.

Di sinilah pentingnya menghadirkan analisis Ushul Fikih-Kaidah Fikih di satu sisi dan mengakomodir teks-teks fikih para Imam Mazhab di sisi yang lain, agar produk fikih yang dihasilkan tidak ekstrem kanan, juga tidak ekstrem kiri. Sesuai dengan salah satu kata yang juga menjadi jargon Majalah Tanwirul Afkar, yaitu Moderat.

Keempat, Sajian Utama harus merupakan hasil musyawarah bersama. Artinya, artikel yang ada di bagian Rubrik Sajian Utama jangan sampai lahir dari hasil pikiran pribadi. Ia harus lahir dari hasil diskusi alot beberapa kepala. Tujuannya, agar kajian yang ditulis di Rubrik Sajian Utama benar-benar mendalam dan bisa dipertanggung jawabkan oleh seluruh Tim Redaksi Majalah Tanwirul Afkar jika sewaktu-waktu ada pihak lain yang tidak terima.

Demikianlah empat unsur utama yang harus ada di dalam Rubrik Sajian Utama Majalah Tanwirul Afkar. Menurut Ustaz. Riskil, keempat unsur ini tidak bisa ditawar-tawar (tsawabit). Sebab, keempat unsur ini merupakan penjabaran dari jargon Majalah Tanwirul Afkar yang berbunyi “Komprehensif, Moderat, dan Bertanggung Jawab”.

Tak berselang lama setelah menyampaikan materi kepenulisan tersebut, Ustaz Riskil buru-buru undur diri seraya berpesan bahwa “Semua pengurus Majalah Tanwirul Afkar setara. Tidak boleh ada yang merasa superior atas pengurus yang lainnya. Nomor satukan kerjasama dan konsistensi!” Pesan Ustaz. Rizkil kepada para kru yang baru.

Kemudian acara pengkaderan ditutup dan dilanjutkan ke jenjang acara berikutnya, yaitu pemilihan Pimpinan Redaksi.

Setelah melewati beberapa seleksi yang ketat, akhirnya ada tiga Mahasantri yang terpilih sebagai Pimpinan Redaksi Majalah Tanwirul Afkar periode berikutnya. Tiga orang itu adalah Rofiki (Sebagai Pimred I Majalah Tanwirul Afkar Pa), Nurusshofi (Sebagai Pimred II Majalah Tanwirul Afkar Pa), dan Afifah (Sebagai Pimred Majalah Tanwirul Afkar Pi).

Akhiran, dari saya dan seluruh pembaca setia, doa terbaik untuk Majalah TA! Tetap jaya dan istiqomah mengabdi kepada umat.[ping]

Penulis: Syarifuddin (Santri akrif Ma’had Aly Situbondo)

5.0/5.0 Article rating
5 Reviews
Rating Tanwirul Afkar
  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *