Al-Muhadlarah Aswaja

KH. Ma’ruf Khozin, Ajak Santri Bentengi NU dengan Literasi

Pada kamis malam jumat tepatnya tanggal 18 maret 2021, Ma’had Aly kembali kedatangan tokoh penting yang istimewa, yaitu KH. Ma’ruf Khozin.  Seorang Tokoh yang menjabat sebagai Ketua Aswaja Center PWNU Jawa Timur dan Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Timur tersebut, mengajak santri-santri Ma’had Aly untuk membentengi NU lewat jalur literasi.

Beliau menyampaikan, bahwa dalam islam setiap menjelang satu abad Allah Swt mengangkat seorang mujaddid. Begitupun di Nahdlatul Ulama pasti di setiap abadnya ada seorang mujaddid. Dan tajdid yang beliau sampaikan adalah proses kembalinya NU kepada Khittahnya yang dalam hal ini dipelopori oleh KHR. As’ad Syamsul Arifin dan banyak diamini oleh banyak kiai. Demikian penjelasan tentang mujaddid di NU yang beliau kutip dari KH Miftahul Akhyar, Rais ‘Am PBNU.

Dalam acara yang digelar di Auditorium Ma’had Aly itu, KH Ma’ruf Khozin  banyak menjelaskan tentang dalil-dalil penguatan Akidah Aswaja. Salah satunya adalah tentang kehidupan alam kubur para Nabi (hayat al anbiya fii quburihim). Disamping menjelaskan perihal alam barzakh, kiai yang dijuluki sebagai salah satu pilar NU itu, menjelaskan bahwa para Nabi dalam kuburnya memiliki alam kehidupan dan melakukan salat. Kisah di atas bukan hanya fiksi belaka, melainkan disaksikan langsung oleh Nabi Muhammad Saw saat baginda nabi melakukan Isra’, demikian beliau menambahkan.

Dikisahkan bahwa Nabi Muhammad Saw saat Isra’, Nabi melewati banyak gundukan pasir tanah merah dan salah satu dari gundukan tanah tersebut adalah makam Nabi Musa. Saat melewati makam, Nabi Muhammad Saw melihat Nabi Musa sedang berdiri dan melakukan salat. “Jadi kehidupan para nabi dalam kubur tidak diragukan lagi”, demikian KH Ma’ruf Khozin mengakhiri penjelasanya.

Setelah menyampaikan kisah tentang kehidupan para nabi dalam kubur, tokoh yang terkenal humoris ini menjelaskan tentang respon dari ahli kubur yang diziarahi. Beliau melanjutkan bahwa “Al Hafid Jalaluddin Al Suyuthi mengutip dari Ibnu Qayyim Al Jauzy salah satu murid Ibnu Taymiyah, bedasarkan dari bebrapa hadits dan atsar mnyatakan bahwa ahli kubur yang dikunjungi makamnya akan mengetahui, menjawab salam dan merasa senang. Dan hal ini berlaku pada semuanya tidak hanya para nabi dan syuhada asalakan merekan di alam kuburnya diberikan keselamatan oleh Allah Swt”.

Di balik beberapa penyampaianya yang ilmiah, sesekali Kiai Ma’ruf Khozin juga menyelipkan beberapa guyonan. Sehingga acara yang berlangsung selama lebih dari satu jam ini tidak terasa menjenuhkan, bahkan terkesan asyik dan seru sekali. Maka benar ungkapan beberapa orang tentang Kiai Ma’ruf Khozin bahwa beliau adalah salah seorang pakar aswaja yang sangat jenaka.

Bertempat di perpustakaan Ma’had Aly, acara ini dihadiri oleh seluruh mahasantri dan civitas akademika Ma’had Aly Situbondo. Dalam sambutannya Katib Ma’had Aly, Ust. Khairuddin Habziz menyatakan bahwa kehadiran Kiai Ma’ruf Khozin bagaikan mendapat rejeki durian runtuh. Tidak hanya itu, kuliah umum saat itu yang meskipun diadakan secara mendadak dan disela-sela ujian akhir sanah para santri, diharapkan menjadi bekal berharga bagi santri Ma’had Aly sebagai generasi-generasi muda NU menjawab tantangan masyarakat kelak. Semoga dengan hadirnya KH. Ma’ruf Khozin di Ma’had Aly, menjadi motivasi bagi para santri untuk terus semangat dalam mengaji dan mengkaji. Sekian.

Penulis: Muhammad Hakim Mahdhum

No Article rating
0 Reviews
Rating Tanwirul Afkar
  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *