Home Archive by category Kontemporer

Kontemporer

  Semua orang pasti tahu bahwa hidup yang baik adalah hidup yang disertai tujuan, dream, dan keinginan untuk bahagia. Hidup tanpa tujuan layaknya robot atau mesin-mesin elektronik meski dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik namun tidak merasakan kebagiaan dan kesenangan apapun. Bukankah kebahagian adalah keinginan setiap orang? Al-Raisuni berkata bahwa sangat Continue Reading
Di malam nishfu sya’ban kemarin, pengajian khataman kitab al-bi’ah wa al-hifadh `alaiha min mandhur islamiy baru dimulai secara online. Karya Syekh Nuruddin Ali Jum’ah itu dibaca langsung oleh ustad pemerhati lingkungan, khususnya lingkungan sekitar pesantren. Riskil Azizi adalah nama ustad milenial itu. Kebekenannya dalam mengkritik dan memberi saran terhadap pihak Continue Reading
Selanjutnya yang menjadi masalah adalah kandungan surat al-Nisa’ ayat 11. Di dalam kandungan ayat tersebut menyebutkan, wanita memperoleh bagian lebih sedikit dari harta yang diterima oleh laki-laki yakni pria mendapatkan dua kali lipat dari harta yang didapat oleh perempuan. Lantas apa hikmah di balik pemetakan itu? bukannya ayat tersebut secara tidak langsung merupakan Continue Reading
Kini istilah ‘kesetaraan gender’ makin terdengar tidak asing. Berbagai upaya yang orang lakukan untuk mempromosikan istilah tersebut. Mulai dari seminar yang diselengggarkan, diselipkan melalui mata pelajaran kuliah yang disampaikan, hingga obrolan ringan di pinggir jalan. Tidak hanya sesingkat itu, beberapa orang juga membuat grup khusus di sosial media tertentu untuk Continue Reading
Bagaimana pandangan kiai terhadap negara yang melegalkan investasi miras tanpa melihat status negara islam (mayoritas dihuni muslim) dan tidaknya? Sering disampaikan oleh banyak orang bahwa negara kesatuan republik Indonesia ini bukan negara agama, artinya bukan negara Islam. Akan tetapi negara ini menjadi tempatnya umat beragama dari berbagai macam agama terutama Islam Continue Reading
Penulis: KH. Zainul Muin, Lc. Ungkapan “Syai’un lillahi lahumul fatihah” sangat familiar di telinga kaum Nahdliyyin, tetapi tak banyak yang tahu maknanya. Kata-kata ini kerap terdengar dari seorang kyai/ustadz saat bertawassul dengan surat Alfatihah sebagai pembuka acara semisal tahlilan, yasinan, diba’an dll. Mengenai makna ungkapan tersebut, Continue Reading
بَكَيْتُ عَلَى سِرْبِ الْقَطَا إذْ مَرَرْنَ بِيْ … فَقُلْتُ وَمِثْلِيْ بِالْبُكَاءِ جَدِيْرُ أَسْرَبَ الْقَطَا هَلْ مَنْ يُعَيْرُ جَنَاحَهُ … لَعَلِّيْ إلَى مَنْ قَدْ هَوَيْتُ أَطْيَرُ “Aku menangis tersedu tatkala iring-iringan burung merpati melintasiku” “Akupun berkata ‘Orang sepertiku memang pantas menangis’” “Wahai burung  merpati! Adakah yang sudi Continue Reading