Dosen Kajian Keislaman

AYO SEMANGAT BERNISFU SYA’BAN!

Oleh :
Ust. Khairuddin Habziz, M. H.I
(Katib Mahad Aly Situbondo & Rois Syuriah MWCNU Banyuputih)

I. KEUTAMAAN BULAN SYA’BAN

Bulan Sya’ban bulan istemewa, di ambil dari akar kata syin, ‘ain dan ba’ yang berarti cabang. Satu riwayat menyebutkan, dinamakan bulan Sya’ban karena di dalamnya terdapat banyak sekali kebaikan. Laksana sebatang pohon yang memiliki banyak cabang, dahan dan ranting.
سُمِّيَ شَعْبَانَ لِأَنَّهُ يَتَشَعَّبُ فِيْهِ خُيُوْرٌ كَتِيْرَةٌ
Adapun di antara keistemewaan Bulan Sya’ban adalah sebagai berikut;

1. Turunnya QS Al-Ahzab:56 yang berisi perintah bershalawat kepada Nabi Muhammmad SAW. Sehingga bulan ini dikenal sebagai bulan shalawat.

1. Terjadi peristiwa perpindahan arah kibat kaum muslimin dari Baitil Maqdis di Pelestina ke Ka’bah di Masjidil Haram Mekkah. Peristiwa perpindahan arah kiblat tersebut terjadi tahun ke-2 Hijriyah berdasarkan wahyu QS. Al-Baqarah, 144 dan diabadikan hingga kini dengan sebuah monumen berupa Mesjid Qiblatain terletak sekitar tujuh kilo meter dari Mesjid Nabawi Madinah.

3. Turunnya perintah Puasa Ramadhan QS. Al-Baqarah, 183 pada tahun ke-2 Hijriyah.

4. Perkawinan Rasulullah SAW dengan Siti Hafshah dan Siti Juwairiyah dan lahirnya Sayyidina Husain Cucu Baginda Rasulullah SAW tahun ke-3 Hijriyah.

5. Terjadinya beberapa peperangan yang sangat penting dalam sejarah perjuangan Islam spt perang Bani Mushtaliq ke-6 H.

6. Terdapat malam istemewa, yakni malam Nisfu Sya’ban (malam tgl 15 Sya’ban). Nisfu Sya’ban merupakan salah satu dari lima malam yang utama ; malam Qadar (Lailatul qadar), Idhul Fitri, Idul Adha, malam Jum’at dan malam awal bulan Rajab.

II. KEUTAMAAN MALAM NISFU SYA’BAN (MALAM TANGGAL 15 SYA’BAN)

A. Nabi menghidupkan
malam tersebut dengan beribadah dan bermunajat, ziarah ke Maqbarah Baqi’.

B. Nisfu Sya’ban memiliki banyak nama yang menunjukkan bukti keistimewaan dan kemuliannya. Di antara nama-nama tersebut adalah;

1. Lailatul bara’ah: malam pembebasan (pengampunan) Allah SWT terhadap umat Nabi Muhammad SAW, terutama dosa-dosa kecil yang mereka lakukan agar saat mereka memasuki bulan suci Ramadhan dalam suasana hati dan jiwa yang bersih. “Kesucian jiwa bertemu dengan kesucian Ramadhan, maka insyallah sukses dalam menghidupkan Ramadhan”.

Namun begitu, ada beberapa kelompok umat Islam yang tidak akan mendapatkan ampunan jika tidak segera bertaubat dari kesalahan sebelum memasuki malam Nisfu Sya’ban. Di antaranya adalah tukang sihir, dukun peramal, pemabuk, pezina, pemakan riba (rentener), durhaka kepada kedua orang tua, memutus silaturahim dan pengadu domba.

2. Lailatul Qismah wa takdir : malam di mana Allah akan membagikan dan menetapkan ketentuan takdir-Nya untuk perjalanan hidup manusia selama satu tahun ke depan. Kok bisa?, Bukankah ajal, rezeki, jodoh, nasib baik buruk sudah ditentukan?. Memang betul, tapi ketentuan takdirnya yang tercatat di Lauhil Mahfud-Nya itu bersifat Muallaq, artinya masih bisa ditawar dengan doa dan munajat bisa berubah atas kehendakNya. Sedang yang qadha’ mubram (tidak bisa berubah) hanya Allah yang mengetahuinya (Lihat tafsir al-Durr al-Mantsur As-Suyuti pada ayat QS. Ar-Ra’ad 39, ad-Dukhan 1-6)
يَمْحُواللّهُ مَا يَشآءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أَمُّ الْكِتَابِ

3. Lailatul Ijabah: malam diterimanya semua doa dan permohonan. Dan masih banyak nama gelar lainnya, yang menunjukkan keagungan malam Nisfu Sya’ban, “katsratul ‘asmaa’ tadullu ‘ala syarafil musamma’. Banyak gelar menunjukkan kehebatan penyandang gelar tersebut.

III. AMALIAH MALAM NISFU SYA’BAN

1. Membaca surah Yasin 3x disertai dengan niat masing-masing sebelum membacanya serta masing masing ditutup dengan doa Nisfu Sya’ban, secara berjamaah atau individu. Yasin pertama, berniat memohon panjang umur di dalam ketaatan kepada Allah SWT. Yasin kedua, berniat memohon perlindungan dari segala macam musibah serta dimurahkan rezeki. Yasin ketiga berniat dengan memohon kaya hati dan mati husnul khatimah.
2. Shalat Tasbih 4 rakaat dengan 2 kali salam. Dan salat salat sunah utama lainnya.

3. Membaca Tasbih Nabi Yunus sejumlah nilai hitungan hurufnya, yakni sebanyak 2375 kali.

4. Berpuasa di siang harinya (HR. Al Baihaqi). Diriwayatkan Nabi Muhammad SAW paling banyak berpuasa di Bulan Sya’ban.

5. Bersalam-salaman yang seharusnya ini dilakukan sebelum memasuki malam Nisfu Sya’ban untuk meminta maaf kepada sesama umat manusia, terutama kedua orag tua agar tidak termasuk orang yang memutus silaturahim atau durhaka kepada kedua orang tua yang merupakan salah satu penghalang mendapatkan ampunan Allah pada malam tersebut.

Wallahu a’lam semoga bermanfaat…

Referensi utama
– Kanzunnajah wa surur Syekh Abd. Hamid Al-Qusdy.
– Nuzhatul Majalis wa muntakhab An-Nafais, Abd.Rahman As-Shafury
– Khazinatul Asrar. Syekh Haqqi An-Nazily
– Khazain Rabbaniyah fi Tafsir Al-Suar Al-Munjiyat, Khairuddin Habziz

5.0/5.0 Article rating
3 Reviews
Rating Tanwirul Afkar
  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *