Hukum Islam Kajian Keislaman

Apakah Kebaikan Sebelum Masuk Islam Tetap Dicatat Oleh Allah?

Berbuat baik merupakan  ajaran universal yang diajarkan oleh semua agama. Perbuatan baik bisa dilakukan oleh siapapun, baik oleh orang Islam maupun non-Islam., Lantas, ketika yang malakukannya itu orang non Islam, apakah semua kebaikan tersebut akan dicatat ketika dia memeluk agama Islam?

Apabila non-muslim melakukan kebaikan, sampai dia mati tanpa memeluk agama Islam, maka perbuatannya tidak bernilai pahala. Orang non-muslim tersebut tidak mendapatkan balasan di akhirat, karena dia tidak mengharapkan amalannya dibalas di akhirat nanti atau ia mengharapkan balasan tapi tidak memenuhi syarat untuk dibalas di akhirat, yaitu syarat sebagai seorang yang beragama Islam. Allah Ta’ala berfirman :

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

Artinya : “Dan kami perlihatkan segala amal kebaikan yang dilakukan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (Al Furqan:23)

Imam Ibnu Katsir  dalam kitab tafsirnya Tafsir Ibnu Katsir, menjelaskan makna ayat tersebut. Menurut beliau ayat tersebut menceritakan perkara yang akan terjadi ketika di akhirat nanti. Pada waktu itu, amalan orang-orang musyrikin yang disangka membawa kebaikan bagi mereka, ternyata tidak memiliki nilai apapun. Hal itu disebabkan tidak terpenuhinya syarat diterimanya amalan, yaitu ikhlas hanya kepada Allah dan sesuai dengan syariat Allah.

Tetapi, bagaimana jika dia memeluk agama islam? Apakah perbuatan baik selama masa kekufurannya dinilai hangus ataukah tetap dicatat oleh Allah?

Mengenai hal ini, Nabi Saw bersabda:

عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ أَشْيَاءَ كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا فِي الجَاهِلِيَّةِ مِنْ صَدَقَةٍ أَوْ عَتَاقَةٍ، وَصِلَةِ رَحِمٍ، فَهَلْ فِيهَا مِنْ أَجْرٍ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَسْلَمْتَ عَلَى مَا سَلَفَ مِنْ خَيْرٍ»

Artinya : “Dari Hakim bin Hizam bahwa ia bertanya kepada Nabi Saw. Wahai Rasulullah, bagaima menurutmu tentang amal yang pernah aku lakukan di masa jahiliah,seperti sedekah, membebaskan budak, dan menyambung tali silaturahim, apakah semua itu bernilai pahala? Nabi Saw menjawab: Engkau masuk Islam dengan membawa kebaikanmu yang dulu.” (HR. Al-Bukhari).

Syekh Ibnu Bathal dalam kitabnya Syarah Shahih al-Bukhari menjelaskan maksud hadis diatas. Menurut beliau didalam hadis itu, Allah memberikan keutamaan kepada orang yang baru masuk Islam dengan memberi pahala atas kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan selama masih dalam keadaan kafir. Sebagaimana dalam perkataan beliau berikut,

فى هذا الحديث تفضل الله على من أسلم من أهل الكتاب وأنه بعطى ثواب ما عمله فى الجاهلية من أعمال البر، وهو مثل قوله عليه السلام: (إذا أسلم الكافر فحسن إسلامه كتب الله كل حسنة كان زلفها) فهذا – والله أعلم – بركة الإسلام وفضله

Artinya : “Dalam hadis ini, Allah memberikan keutamaan kepada orang yang masuk Islam dari golongan Ahli Kitab dengan memberinya pahala atas kebaikan-kebaikan yang pernah  dilakukannya di masa Jahiliah. Hal ini juga sesuai dengan hadis Nabi yang lainnnya, yaitu: (Apabila seorang yang kafir masuk Islam dan berislam dengan baik, maka Allah akan mencatat semua amal kebaikan yang pernah ia lakukan (sebelum masuk Islam).”

Sebenarnya mengenai amal baik non-muslim sebelum masuk Islam masih terjadi perdebatan diantara para ulama. Sebagian ulama mengatakan tidak diterima. Mereka berpendapat demikian karena  amalan orang kafir itu tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagian mengatakan bahwa kalau ia masuk Islam maka amalan-amalan kebaikan yang dahulu yang dia lakukan, berupa sedekah, amal kebaikan, tetap dicatat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai karunia yang Allah berikan kepada dia. Diantara dua kubu itu menurut Imam Nawawi pendapat yang lebih sahih adalah pendapat yang mengatakan bahwa amal baik non-muslim tetap dicatat ketika masuk Islam.

Hal ini, sebagaimana dalam kitab al-Fikhu al-Islami wa adillatuhu juz 1 halamaan 638,

وقال النووي: الصواب الذي عليه المحققون، بل نقل بعضهم الإجماع فيه أن الكافر إذا فعل أفعالاً جميلة كالصدقة وصلة الرحم، ثم أسلم ومات على الإسلام، أن ثواب ذلك يكتب له

Artinya :”Berkata Imam Nawawi : Pendapat yang benar yang sesuai dengan para pentahkik bahkan, sesuai dengan ijmak mengatakan bahwa orang kafir apabila melakukan suatu pekerjaan yang baik seperti bersedekah, bersilatu rahmi, kemudian masuk islam ,maka seluruh perbuatan baiknya tetap dicatat ketika dia mati.”

Dari penjelasan diatas, dapat diketahui bahwa masih terjadi perdebatan diantara para ulama. Diantara dua kubu itu menurut Imam Nawawi pendapat yang lebih sahih adalah pendapat yang mengatakan bahwa amal baik non-muslim tetap dicatat ketika masuk Islam.  Demikian. Wallahu a’lam.

Penulis: Zainal Abidin, S. Ag.

No Article rating
0 Reviews
Rating Tanwirul Afkar
  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *