Kajian Keislaman

Tanda-Tanda Diterimanya Suatu Taubat

Setiap yang hidup pasti pernah berbuat salah. Salah satu upaya untuk menghilangkan kesalahan yang telah dilakukan adalah dengan bertaubat. Allah SWT memerintahkan hambanya untuk selau bertaubat. Hal ini sebagaimana dalam firmannya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

“Hai orang- orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni- murninya). Mudah – mudahan Rabb mu akan menutupi ksalahan – kesalahan mu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai – sungai.(QS. At Tahrim: 8)

Ulama menyebutkan tidak ada yang bisa memastikan perihal diterima atau tidaknya sebuah taubat. Namun, setidaknya ada beberapa tanda diterimanya taubat seorang hamba. Syekh  Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi dalam kitabnya Nashaih al-Ibad   menyebutkan tanda- tanda  diterimanya taubat sebagai berikut :

وسئل عن بعض الحكماء: هل يعرف العبد إذا تاب أن توبته قبلت أم ردت؟ قال: لا أحكم فى ذلك، ولكن لذلك علامات

Sebagian para ahli hikmah ditanya “apakah seorang hamba mengetahui tentang diterima atau tidaknya  taubat yang ia lakukan?” Ahli hikmah itu menjawab, “Aku tidak mengetahui mengenai hal tersebut, tetapi perkara itu memiliki tanda-tanda

Tanda pertama, diterimanya taubat adalah :

إحداها أن يرى نفسه غير معصومة من المعصية

“Pertama, menyadari bahwa dirinya tidak dijaga dari perbuatan maksiat.

Berdasarkan keterangan ini, kita dapat memahami bahwa manusia memiliki potensi untuk berbuat maksiat baik maksiat yang telah dilakukan ataupun yang belum pernah dilakukan. Dalam hal ini kita harus bersikap mawas diri supaya tidak terjerumus kembali dalam dosa yang pernah kita lakukan.

Tanda kedua, diterimanya taubat adalah :

ويرى فى قلبه الفرح غائبا والحزن شاهدا

Mengetahui bahwa di dalam hatinya tidak ada sedikitpun kegembiraan melainkan hanya ada kesedihan

Berdasarkan keterangan ini, orang yang diterima taubatnya memiliki hati yang sedikit bergembira dan banyak bersedih. Dalam hatinya dia selalu merenung apakah dia akan mendapatkan keselamatan di akhirat atau mendapatkan siksa yang pedih di alam neraka.

Tanda ketiga, diterimanya taubat adalah :

ويقرب أهل الخير ويباعد أهل الشر

Dia mendekat kepada orang yang baik dan menjauhi orang yang buruk

Berdasarkan keterangan ini, orang yang bertobat cendrung mencari teman yang baik daripada teman yang buruk. Dia menyadari dengan memiliki teman yang baik dia memiliki potensi untuk menjadi baik pula.

Tanda keempat, diterimanya taubat adalah :

ويرى القليل من الدنيا كثيرا ويرى الكثير من عمل الآخرة قليلا

Dia menganggap bahwa dunia yang sedikit itu banyak dan menganggap  amal akhirat yang banyak itu sedikit.

Berdasarkan keterangan ini, dia melihat perkara dunia yang sedikit sebagai sesuatu yang banyak dihadapannya. Sedangkan, dalam perkara akhirat dia menganggap amal yang banyak sebagai perkara yang sedikit.

Dengan anggapan demikian, orang yang bertobat tidak tamak terhadap perkara dunia karena menyadari bahwa segala yang dia miliki akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat. Dia juga tidak merasa puas dengan amal sholeh yang dikerjakan karena merasa tidak sebanding dengan karunia yang telah Allah berikan kepadanya,

Tanda kelima, diterimanya taubat adalah:

ويرى قلبه مشتغال بما ضمن من الله تعالى فارغا عما ضمن الله تعالى منه

Kelima, hatinya sibuk dengan perkara yang diperintah oleh Allah dan merasa puas dengan apa yang dijamin oleh-Nya.”

Berdasarkan keterangan ini, orang yang bertaubat lebih mementingkan kewajiban yang harus dia lakukan seperti kewajiban sholat, puasa, zakat dan amal perbuatan lain baik perkara wajib atau sunnah. Sedangkan perkara yang telah dijamin oleh Allah seperti jodoh, rezeki, umur dan sebagainya dia tidak sedikitpun meresahkannya.

Tanda keenam, diterimanya taubat adalah:

ويكون حافظ اللسان دائم الفكرة لازم الغم والندامة

“Menjaga lisannya, senantiasa bertafakkur dan sedih serta menyesal

Berdasarkan keterangan ini, orang yang bertobat selalu menghindari dari berbicara yang tidak ada manfaatnya. Dia memiliki anggapan berbicara yang tidak bermanfaat hanya akan mengantarkannya kepada perbuatan maksiat.

Rasulullah SAW bersabda :

أكثر الناس ذنوبا أكثرهم كلاما فيما لا يعنيه

Manusia paling banyak dosanya adalah manusia yang paling banyak bicaranya dalam hal yang tidak ada manfaatnya”(jami’ al-ulum wal hikam halaman 115)

Demikian tanda-tanda diterimanya tobat seorang hamba. Semoga kita termasuk orang-orang yang diterima tobatnya oleh Allah SWT. Wallahua’lam.

Penulis: Zainal Abidin, S. Ag.

No Article rating
0 Reviews
Rating Tanwirul Afkar
  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *