Akhlak Hukum Islam

Hadiah Basmalah Untuk Ummat Rasulillah Saw.

Basamalah adalah perkataan yang berisi lafadz بسم الله الرحمن الرحيم yang berarti “aku memulai dengan menyebut nama Allah sebelum melakukan segala sesuatu seraya berharap pertolongn dari-Nya dalam segala urusanku karena hanya Dialah yang maha Qadiri”. Ibnu Jarir Al-Tabari berkata “sesungguhnya Allah swt. Telah menyabutkan lafadz basmalah dalam al-Quran dan telah mendidik Nabi Muhammad agar mengajarkan basmalah kepada umatnya untuk memulai segala sesuatu dengannya serta Allah menjadikan basmalah sebagai ajaran yang harus ditekuni sebagai jalan yang patut untuk diikuti dalam memulai degala sesuatu, baik dalam berkata, berbuat sesuatu, menulis kitab atau buku dan menunaikan segala kebutuhannya”.

Dalam hubungannya dengan al-Qur’an, para ulama sepakat tentang ke-al-Qur’an-an basmalah pada surah al-Naml:

إِنَّهُ من سُلَيْمانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ الله الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ (النمل:اية 30)

Namun para ulama masih berbeda pendapat tentang basmalah dalam fatihah dan di awal setiap surah.

Menutut Syafi’iyah, basmalah merupakan salah satu ayat dalam al-Fatihah dan dalam  surah-surah yang lain. Berdasarkan beberapa hadist, diantaranya, hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:

قَالَ رَسُولُ اللَّهُ -صلى الله عليه وسلم- :« إِذَا قَرَأْتُمُ الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاقْرَءُوا (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) إِنَّهَا أُمُّ الْقُرْآنِ وَأُمُّ الْكِتَابِ وَالسَّبْعُ الْمَثَانِى وَ (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) إِحْدَاهَا »

“Rasulullah saw. besabda ‘ketika kalian membaca hamdalah maka bacalah بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, sesungguhnya Fatihah adalah Ummul Qur’an, Ummul Kitab dan Al-sab’u Al-matsani dan basmalah adalah salah satu ayat dari Fatihah”

Menurut Malikiyah, basmalah bukan bagian ayat dalam al-Fatihah dan dalam surah-surah yang lain. Berdasarkan beberapa hadist, diantaranya adalah hadist yang diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَفْتَتِحُ الصَّلاَةَ بِالتَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةَ بِ (الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ).

“sesungguhnya Rasulullah saw. memulai shalat dengan bacaan takbir dan memulai Fatihah dengan الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.”

dan hadist yang diriwayatkan dari sahabat Anas ibn Malik:

قَالَ: ” صَلَّيْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ، وَعُثْمَانَ، فَكَانُوا يَسْتَفْتِحُونَ بِالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا يَذْكُرُونَ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فِي أَوَّلِ الْقِرَاءَةِ، وَلَا آخِرِهَا “

“sahabat anas berkata ‘Aku shalat di belakang Nabi saw., Abu Bakar, Umar dan Ustman, mereka memulai dengan bacaan الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ tidak membaca بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ baik di awal atau di akhirnya”.

Menurut Hanifiyah, basmalah merupakan ayat sempurna dari al-Qur’an yang diturunkan sebagai pemisah antar surah namun bukan termasuk salah satu ayat dari surah al-Fatihah. Mereka berpendapat bahwa penulisan basmalah di dalam al-Qur’an menunjukan bahwa basmalah adalah termasuk dari al-Qur’an namun bukan bagian dari satu surah pun. Sementara hadist-hadist yang menerangkan bahwa basmalah tidak dibaca dengan nyaring bersama Fatihah dalam shalat, menunjukan bahwa basmalah bukan bagian dari Fatihah. Sehingga, mereka menghukumi bahwa basmalah adalah bagian dari al-Qur’an namun bukan bagian dari surah apapun (selain basmalah dalam surah an-Naml) dan diturunkan untuk memisah surah-surah dalam al-Qur’an.

Pendapat ini dikuatkan dengan adanya ungkapan dari para sahabat:

كُنَّا لَا نَعْرِفُ انْقِضَاءَ السُورَةِ حَتَّى تُنْزَلَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“kami tidak tahu tuntasnya satu surah sempai diturunkannya بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ.

Dalam hubungannya dengan amaliyah para ulama sepakat bahwa basmalah menjadi salah satu poin penting untuk meraih kesuksesannya. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Hafidz Abdul Qadir Al-Rahawi dari hadist Abu Hurairah:

كُلُّ أمْرٍ ذِيْ بَالٍ لَا يُبْدَأُ بِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أقْطَعُ

“semua perkara yang bernilai ibadah yang tidak diawali dengan بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ maka amal tersebut terputus dari barakah”

Basmalah dengan empat katanya merupaka sebuah isyarah dari Allah bahwa pertolongan Allah kepada hambanya dari godaan setan yang terkutuk, karena setan pernah berjanji akan menggoda manusia dari empat sisi.

ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْديهِمْ وَ مِنْ خَلْفِهِمْ وَ عَنْ أَيْمانِهِمْ وَ عَنْ شَمائِلِهِمْ وَ لا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شاكِرينَ  (الاعراف : 17)

“kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur”

Oleh karena inilah Allah menghadiahkan bacaan basmalah agar umat manusia terhindar dari godaan setan tersebut. Empat kata ini juga memberi isyrah bahwa kemaksiatan manusia terjadi pada empat kondisi, sembunyi-sembunyi, terang-terangan, siang hari dan malam hari. Jadi dengan membaca hadiah ini seseorang diharapkan mendapat pengampunan dari Allah atas kemaksiatan pada empat kondisi ini.

Setiap huruf penyusun lafadz basmalah memiliki makna-makna tersendiri. Adapun makna huruf-huruf dalam lafadz basmalah adalah;

ب: براءة الله لاهل السعادة (Pembebasan Allah dari api neraka bagi orang yang berbahagia)

س: ستر الله على اهل الجهالة (Allah menutup aib orang-orang yang bodoh)

م: محبة الله على اهل الاسلام (kasih sayang Allah bagi umat Islam)

ا: الفة الله (Cinta dari Allah)

ل: لطافته (Keramahan dari Allah)

ه: هداية الله (Hidayah dari Allah)

ر: رضوان الله على السابقين و التائبين (Rida Allah bagi orang yang bersegera pada kebaikan dan orang-orang yang bertaubat)

ح: حلم الله على المذنبين (Allah tidak segera menyiksa orang-orang yang berdosa)

م: منة الله على المؤمنين (Karunia dari Allah)

ن: نور المعرفة في الدنيا و نور الطاعة في العقبى (Cahaya pengetahuan di dunia dan cahaya ketaatan nanti di akhirat)

ي: يد الله اي حفظه على اهل الاسلام (penjagaan Allah bagi umat islam)

jadi semua makna dari huruf-huruf lafadz basmalah akan Allah berikan kepada hambanya yang senantiasa membaca basmalah. Allah akan membebaskan dia dari neraka, jika dia tidak diberi rizki pengetahuan oleh Allah maka Allah akan menutupi aib-aibnya dengan basmalah ini, Allah akan memberikan kasih sayang kepadanya dan seterusnya. Semoga kita senantiasa diberi keistiqamahan oleh Allah untuk membaca basmalah, amin.

Wallahu A’lam.

Penulis: Admin

No Article rating
0 Reviews
Rating Tanwirul Afkar
  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *