Dosen/Santri/Alumni Kajian Keislaman

Memahami Hadist Keutamaan Puasa ‘Arafah

Banyak cara yang dapat dilakukan kaum muslimin saat akan memasuki hari istimewa, termasuk di bulan Dzulhijjah. Bahwa ada dua peristiwa yang sangat penting yakni Tarwiyah dan ‘Arafah yang dapat disambut dengan ibadah puasa.

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari ‘Arafah yakni tanggal 9 bulan Dzulhijah pada kalender Islam Qamariyah/Hijriyah. Puasa ‘Arafah memiliki keutamaan yang begitu besar. Oleh karenanya para ulama memasukkan puasa ‘Arafah ini ke dalam puasa sunnah yang sangat dianjurkan (muakkad) bagi kaum muslimin yang tidak menjalankan ibadah haji. Keutamaan puasa ‘Arafah adalah sebagai penghapus dosa yang dilakukan selama dua tahun. Darimanakah keutamaan puasa tersebut diambil dan bagaimanakah pendapat ulama mengenai hal tersebut.

Adapun tentang fadhilah atau keutamaan berpuasa hari ‘Arafah tanggal 9 Dzulhijjah didasarkan pada hadits berikut ini:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu,” (HR Muslim).

Imam al-Mawardi menjelaskan bahwa yang dimaksud dari menghapus dosa dua tahun adalah menghapus dosa yang dilakukan selama dua tahun (tahun lalu dan yang akan datang) atau maknanya adalah orang yang melakukan puasa tersebut akan dijaga dari melakukan maksiat.

Melalui hadis di atas imam Haromain berpendapat bahwa “dosa dua tahun yang dihapus lantaran mengerjakan puasa adalah dosa-dosa kecil saja. sedangkan dosa besar yang dikerjakan tidak akan terhapus kecuali dengan melakukan taubat.” Syaikh Mujalliy menuturkan “pendapat Imam Haromain tersebut masih membutuhkan dalil. Sementara kata السَّنَةَ pada hadis tersebut bersifat umum (‘Am). Artinya bisa mencakup dosa yang besar maupun yang kecil.

Jika menelaah tentang penghapus dosa (kafarat), di dalam agama Islam sendiri mengenal beberapa penghapus dosa, diantaranya; menyempurnakan wudhu’lalu solat dua rokaat, menyempurnakan wudhu’ dan bersungguh-sungguh dalam ibadah jum’at, puasa sunnah hari senin dan kamis, puasa di awal bulan pertengahan bulan, hari-hari putih, puasa Ramadhan, Syawal, ‘Arafah dan melaksankan ibadah haji.

Seandainya kita bertanya kepada diri kita sendiri atau ditanya orang lain, “ketika penghapus dosa berupa amal wudhu’ yang berkualitas mengapus dosa setiap hari, lalu apa yang akan dihapus oleh amal hari jum’at yang mapan, kemudian jika dosa dalam seminggu telah dihapus lalu apa yang akan dihapus oleh puasa di hari-hari putih, lalu apa manfaat puasa arafah jika dosanya telah dihapus?”. Maka menurut Imam Nawawi yang dikutip oleh Imam Ibnu Hajar al Haitami dalam kitabnya Ittihafu Ahli al Islam bi Khususiyyatis Siyam menuturkan:

فالجواب: مَا قَالَهُ العُلَمَاءُ مِنْ اَنَّ كُلَ وَحِدٍ مِنْ هَذِهِ صَالِحٌ لِلْتَكْفِيْرِ , فَإِنْ وُجِدَ مَا يُكَفِّرُهُ مِنَ الصَغَائَرِ كَفَّرَهُ . وَإِنْ لَمْ يُصَادِفْ صَغِيْرَةً وَلَا كَبِيْرَةً كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَاتٌ وَرُفِعَتْ لَهُ دَرَجَاتٌ . وَكَذَالِكَ صَلاَةُ الْاَنْبِيَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالْصِبْيَان وَصِيَامُهُمْ وَسَائِرُ عِبَادَاتِهِمْ . وَاِنْ صَادَفَ كَبِيْرَةً اَوْ كَبَائِرَ فَقَطْ رَجَوْنَا اَنْ يُخَفِّفَ مِنَ الْكَبَائِرِ .

Beliau menjelaskan semua amal penghapus dosa tersebut merupakan amal yang layak sebagai penghapus dosa. Oleh karena itu, jika ada dosa kecil yang dilakukan maka akan dihapus melalui amal tersebut. jika dosa yang ditanggung adalah dosa besar maka semoga saja amal tersebut dapat meringankannya. Sedangkan jika dia tidak memiliki dosa baik kecil ataupun besar maka akan dicatat sebagai amal kebaikan dan sebagai sarana untuk meningkatkan derajat hamba.

Walhasil, puasa arafah tidak hanya memliki keutamaan sebagai penghapus dosa, melainkan bisa menjadi sebuah amal kebaikan dan sarana dalam meningkatkan derajat seorang hamba di hadapan Allah SWT.

Penulis: Fawaid

 

No Article rating
0 Reviews
Rating Tanwirul Afkar
  1. .
  2. .
  3. .
  4. .
  5. .

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *